Gresik, Potretrealita.com — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara Ngunduh Mantu pasangan Rafli Abi Assyarif, S.Kom dan Indri Fergi Yovana, S.M yang digelar di kediaman keluarga besar Kepala Desa Pranti, Hardi, Minggu (31/5/2026) malam.
Acara yang berlangsung di Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik ini tidak hanya menjadi momen syukuran keluarga, tetapi juga ajang silaturahmi masyarakat lintas desa yang hadir memberikan doa restu kepada kedua mempelai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan hiburan tembang campursari bernuansa Jawa, dilanjutkan penampilan Tari Remo Putri yang memukau tamu undangan. Memasuki malam, kemeriahan semakin terasa saat grup Ludruk Budi Wijaya Entertainment dari Jombang tampil menghibur masyarakat hingga dini hari. Acara berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika Kecamatan Menganti, perangkat desa, tokoh masyarakat, sesepuh desa, para kepala desa dari wilayah sekitar, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara.
Keberhasilan penyelenggaraan acara ini tidak lepas dari kekompakan keluarga besar, kerabat, dan warga Desa Pranti yang bahu-membahu sejak tahap persiapan hingga berakhirnya kegiatan.
Banyak warga memberikan apresiasi kepada Hardi, Kepala Desa Pranti, yang dikenal sebagai sosok sederhana, merakyat, dan dekat dengan masyarakat. Dalam setiap tahapan acara, ia terlihat membaur bersama warga tanpa membedakan status sosial, sehingga menumbuhkan semangat gotong royong yang kuat.
“Pak Hardi memang sosok yang sederhana dan dekat dengan warga. Acara sebesar ini bisa berjalan lancar karena beliau selalu mengedepankan kebersamaan dan kekompakan. Kami merasa ikut memiliki hajatan ini,” ungkap salah seorang warga.
Sementara itu, Hardi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ngunduh mantu putranya.
“Alhamdulillah, saya bersama keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara, kerabat, perangkat desa, tokoh masyarakat, Muspika, serta seluruh warga yang telah hadir dan ikut membantu sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kebersamaan,” ujar Hardi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran hiburan campursari dan ludruk bukan sekadar memeriahkan acara keluarga, melainkan juga bentuk kepedulian terhadap pelestarian seni budaya daerah.
“Kami sengaja menghadirkan kesenian campursari dan ludruk untuk menghibur masyarakat sekaligus melestarikan seni budaya warisan leluhur agar tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman. Kesenian tradisional harus terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai identitas dan kekayaan budaya bangsa,” imbuhnya.
Kemeriahan acara yang berlangsung hingga dini hari menjadi bukti bahwa nilai gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Desa Pranti. Di balik kebahagiaan keluarga mempelai, terselip pesan penting tentang menjaga tradisi, mempererat silaturahmi, serta mewariskan budaya kepada generasi penerus di era modern. (Mul)











