Surabaya, Potretrealita.com – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Jalan Raya Darmo Indah Timur Blok G, Kecamatan Tandes, Surabaya, Jumat (29/5/2026), berhasil digagalkan warga. Seorang terduga pelaku bernama As’ad (33), warga Dusun Komplang, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Madura, berhasil ditangkap massa. Sementara satu pelaku lainnya berinisial H berhasil melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke gorong-gorong dan hingga kini masih diburu polisi.
Kapolsek Tandes Kompol Aspul Bhakti mengungkapkan, kedua pelaku berangkat dari Madura menggunakan sepeda motor Honda Beat dengan pelat nomor palsu untuk mencari sasaran pencurian di wilayah Surabaya.
“Kedua tersangka memang berniat melakukan pencurian sepeda motor. Mereka berbagi peran, As’ad sebagai joki dan H bertindak sebagai eksekutor,” ujar Kompol Aspul Bhakti.
Sasaran mereka adalah sepeda motor Honda Beat warna putih bernomor polisi L 4866 OL milik Kristy (22), yang diparkir di teras rumah sekaligus toko di tepi jalan raya. Saat H berusaha merusak rumah kontak menggunakan kunci T, aksinya dipergoki oleh korban yang langsung berteriak meminta pertolongan warga.
Teriakan korban membuat kedua pelaku panik dan berusaha melarikan diri. Namun nahas, sepeda motor yang dikendarai As’ad terjatuh sehingga ia berhasil ditangkap warga. Massa yang geram sempat menghajar pelaku sebelum akhirnya diamankan petugas patroli Reskrim Polsek Tandes.
Sementara itu, H berhasil lolos setelah nekat melompat ke dalam box culvert atau gorong-gorong di sekitar lokasi kejadian. Polisi telah melakukan penyisiran hingga malam hari, namun keberadaannya belum ditemukan.
“H masih dalam pencarian. Sedangkan As’ad merupakan residivis kasus curanmor. Yang bersangkutan sudah dua kali menjalani hukuman penjara atas kasus serupa di wilayah Gresik dan Sidoarjo,” tegas Aspul.
Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap bahwa As’ad bukan pemain baru dalam aksi pencurian kendaraan bermotor. Sepanjang tahun 2026, ia diduga terlibat sejumlah aksi curanmor di kawasan Sememi, Benowo, Mulyosari, Asemrowo, hingga Tandes. Selain itu, ia juga pernah beraksi di wilayah Lamongan dan Gresik.
Dalam pengakuannya kepada penyidik, As’ad mengaku berangkat dari Madura bersama rekannya setelah mengonsumsi sabu-sabu agar tetap terjaga selama menjalankan aksinya.
“Biar melek. Motor hasil curian biasanya dijual di daerah Ketapang, Sampang,” ungkap As’ad kepada petugas.
Atas kejadian tersebut, polisi mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan curanmor dengan memarkir kendaraan di tempat aman serta menggunakan kunci pengaman tambahan atau kunci ganda.
Polisi juga terus melakukan pengejaran terhadap pelaku H yang identitas lengkapnya telah dikantongi dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). (Mul)











