Surabaya, Potretrealita.com – Dugaan pencurian kabel tembaga milik PT Telkom di wilayah hukum Polsek Tenggilis Mejoyo menuai sorotan publik. Respons aparat kepolisian polsek Tenggilis dinilai lambat dan minim transparansi meski laporan dugaan tindak pidana tersebut telah disampaikan melalui layanan darurat 110 pada Jumat (22/5/2026).
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Raya Rungkut Industri, Surabaya. Awak media yang berada di lokasi awalnya menemukan aktivitas mencurigakan berupa penggalian dan pengambilan kabel yang diduga merupakan aset milik PT Telkom. Namun, saat dimintai penjelasan terkait legalitas pekerjaan tersebut, pihak pekerja tidak dapat menunjukkan keterangan yang jelas.
Karena curiga terhadap aktivitas itu, awak media kemudian melaporkan kejadian tersebut melalui call center 110 guna meminta tindak lanjut aparat kepolisian.
Tak lama setelah laporan diterima, anggota Piket Fungsi Polsek Tenggilis Mejoyo akhirnya mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan terhadap sejumlah pekerja berikut barang bukti kabel yang berada di area penggalian.
Namun, sikap Kapolsek Tenggilis Mejoyo AKP Didik Magenta justru menjadi perhatian. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (22/5/26) terkait dugaan pencurian kabel tembaga tersebut, Kapolsek memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo Iptu Bagus Tri juga baru memberikan respons setelah petugas turun langsung ke lokasi dan melakukan pengamanan. Dalam balasan singkat melalui WhatsApp, Jumat (22/5/26) kepada awak media, ia hanya menyampaikan, “Alhamdulillah sudah diamankan.”
Minimnya keterangan resmi dari pihak kepolisian memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, dugaan pencurian kabel tembaga bukan perkara sepele karena menyangkut infrastruktur vital telekomunikasi yang berpotensi mengganggu layanan publik serta kerusakan fasilitas umum masyarakat.
Publik kini menunggu ketegasan dan keterbukaan aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas dugaan pencurian kabel milik PT Telkom tersebut, termasuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab yang mengaku Diana, legalitas pekerjaan di lokasi, serta status para pekerja yang telah diamankan polisi.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Polsek Tenggilis Mejoyo terkait apakah kasus tersebut telah naik ke tahap penyelidikan atau hanya sebatas pengamanan di lokasi kejadian. (Tim/Red)











