Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Bangkalan · 6 Mei 2026 11:26 WIB ·

Tradisi Sandur di Arosbaya Bangkalan Kian Eksis, Pererat Persaudaraan dan Dorong Ekonomi Warga Madura


 Tradisi Sandur di Arosbaya Bangkalan Kian Eksis, Pererat Persaudaraan dan Dorong Ekonomi Warga Madura Perbesar

Bangkalan, Potretrealita.com – Tradisi Sandur yang digelar masyarakat Madura kembali menunjukkan eksistensinya sebagai warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (06/04/2026) di Jalan Arusbaya, Desa Karang Pao, Kabupaten Bangkalan.

Acara ini dihadiri seluruh kepala desa (klebun) se-Kecamatan Arosbaya, menandakan kuatnya dukungan dari para tokoh masyarakat terhadap pelestarian budaya lokal. Tradisi Sandur tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Lebih dari itu, Sandur juga memiliki nilai sosial dan ekonomi yang tinggi. Dalam setiap pelaksanaannya, masyarakat menerapkan tradisi “bowohan”, yakni saling memberikan sumbangan kepada tuan rumah. Sistem ini bersifat timbal balik, di mana setiap peserta akan menerima hal serupa saat mereka menjadi tuan rumah di kemudian hari.

Klebun Desa Karang Pao, Agus Muliyono, yang juga bertindak sebagai tuan rumah, menegaskan bahwa tidak semua orang dapat menyelenggarakan kegiatan Sandur. Menurutnya, penyelenggara biasanya merupakan sosok yang dipercaya oleh tokoh masyarakat.

“Tidak mudah bagi seseorang untuk menggelar perhelatan Sandur. Biasanya, mereka adalah pribadi pilihan yang mendapat kepercayaan dari komunitas,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus melestarikan budaya Madura. Agus menyampaikan pentingnya peran pemuda dalam menjaga tradisi sekaligus membangun masa depan daerah.

“Saya bangga, karena sudah seharusnya para tetua memberi ruang kepada pemuda yang memiliki potensi untuk masa depan Arosbaya. Mari kita dukung dan apresiasi generasi muda yang berkarya,” imbuhnya.

Tradisi Sandur terbukti mampu menjadi jembatan sosial yang mempererat hubungan masyarakat dari berbagai daerah di Madura, mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep.

Nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas yang terkandung dalam Sandur menjadi modal sosial penting dalam membangun komunitas yang kuat dan sejahtera. Di tengah arus modernisasi, keberadaan tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap relevan sebagai penguat persatuan dan penggerak ekonomi berbasis masyarakat. (Rud)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Soroti Temuan BPK dan Skandal Dana Hibah, APMP JATIM Gelar Demo Jilid 5 di Gedung Grahadi

29 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Lapas Narkotika Pamekasan Edukasi 64 Siswa SMPIT Al-Irsyad tentang Bahaya Narkoba dan Kesadaran Hukum

29 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Viral! Jatanras Polres Tanjung Perak Tangkap Pelaku Pencurian di Toko Madura, Dua HP dan Uang Rp6 Juta Raib

29 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Polresta Sidoarjo Ungkap Dugaan Penipuan Online Jaringan Internasional, 8 WNA Vietnam Diamankan

29 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Polrestabes Surabaya Sikat Miras Ilegal, 5.385 Botol Diamankan dalam Razia Serentak

28 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Kapolda Jatim Tegaskan Serikat Pekerja Mitra Strategis Polri, Komitmen Jaga Lapangan Kerja Lewat Program Poliran

28 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!