Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Bekasi · 4 Mei 2026 00:03 WIB ·

“Rampas Aset Koruptor”, TRINUSA Gaungkan Perang Total: Penjara Saja Tak Cukup, Uang Rakyat Harus Kembali


 “Rampas Aset Koruptor”, TRINUSA Gaungkan Perang Total: Penjara Saja Tak Cukup, Uang Rakyat Harus Kembali Perbesar

Bekasi, Potretrealita.com – LSM Triga Nusantara Indonesia kembali menggemakan perlawanan keras terhadap kejahatan korupsi melalui peluncuran desain kampanye publik bertajuk “Rampas Aset Koruptor”. Gerakan ini menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada hukuman penjara semata, melainkan harus disertai langkah konkret berupa perampasan aset hasil kejahatan.

Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menilai bahwa hukuman penjara hanyalah awal dari proses penegakan hukum. Hal yang lebih penting adalah memastikan seluruh aset yang diperoleh dari praktik korupsi disita dan dikembalikan kepada negara, sehingga manfaatnya dapat dirasakan kembali oleh masyarakat.

Kampanye bertajuk “Rampas Aset Koruptor, Selamatkan Uang Rakyat” ini bukan sekadar slogan, melainkan seruan moral sekaligus tuntutan politik. Triga Nusantara Indonesia menegaskan bahwa tanpa perampasan aset, korupsi akan terus menjadi praktik yang menguntungkan bagi pelaku yang menyalahgunakan kekuasaan.

Ketua Umum LSM Triga Nusantara Indonesia, H. Rahmat Gunasin, menegaskan bahwa korupsi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.

“Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum. Ia adalah pengkhianatan terhadap rakyat. Ia merampas hak anak bangsa atas pendidikan, kesehatan, pembangunan, dan kesejahteraan sosial. Setiap rupiah hasil korupsi harus dikembalikan kepada rakyat. Karena itu, regulasi perampasan aset harus menjadi prioritas nasional,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi gerakan, kampanye ini akan digulirkan secara luas melalui berbagai kanal, mulai dari edukasi publik, kampanye digital, hingga konsolidasi dengan masyarakat sipil. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif sekaligus mendorong lahirnya kebijakan hukum yang lebih tegas dan berpihak pada kepentingan rakyat.

LSM Triga Nusantara Indonesia juga mengingatkan bahwa dampak korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kualitas hidup masyarakat. Proyek mangkrak, fasilitas kesehatan yang minim, hingga kondisi pendidikan yang memprihatinkan menjadi bukti nyata bahwa korupsi telah merampas masa depan bangsa.

Melalui semangat “Bersama Rakyat Lawan Korupsi”, organisasi ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk turut mengawal perjuangan tersebut. Mereka menegaskan bahwa perang melawan korupsi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, keberanian moral, serta komitmen kuat untuk menegakkan keadilan.

“Korupsi adalah musuh bersama, dan perampasan aset adalah senjata utama untuk menghancurkannya,” tegasnya. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kabel Utilitas Wifi Moratel Diduga Tak Berizin di Simolawang Baru, Pelaksana Pilih Bungkam Saat di konfirmasi

12 Mei 2026 - 13:34 WIB

Bersenjata Air Soft Gun, Komplotan Curanmor Lintas Daerah Diciduk Polisi

12 Mei 2026 - 13:19 WIB

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Online Nasional, 11 Pelaku Ditangkap dan Raup Miliaran Rupiah

12 Mei 2026 - 12:35 WIB

GERANAT’S Jatim Desak Percepatan RUU Transportasi Online, Komisi D DPRD Siap Kawal Aspirasi Driver

12 Mei 2026 - 12:09 WIB

Pengajar Ngaji di Surabaya Ditangkap, Diduga Cabuli Tujuh Santri di Bawah Umur

12 Mei 2026 - 11:55 WIB

Polres Jember Siagakan Puluhan Personel Amankan Latihan Bersama PSHT, 415 Peserta Terlibat

12 Mei 2026 - 11:41 WIB

Trending di Jember
error: Content is protected !!