Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Jakarta · 28 Apr 2026 16:46 WIB ·

MA Tolak Kasasi Iwan Henry, TRINUSA Tekan Aparat Bongkar Seluruh Jaringan Korupsi Disbud DKI


 MA Tolak Kasasi Iwan Henry, TRINUSA Tekan Aparat Bongkar Seluruh Jaringan Korupsi Disbud DKI Perbesar

Jakarta, Potretrealita.com – 28 april 2026. Desakan terhadap penegakan hukum yang menyeluruh dalam kasus pengelolaan anggaran publik kembali menguat. LSM Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) menegaskan bahwa setiap dugaan penyimpangan anggaran tidak boleh ditangani secara parsial, melainkan harus ditelusuri hingga ke seluruh pihak yang memiliki keterkaitan.

Dorongan ini semakin relevan setelah putusan terbaru Mahkamah Agung yang menolak kasasi mantan Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana. Dengan putusan tersebut, terdakwa tetap dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dalam perkara korupsi anggaran kegiatan kebudayaan.
Babel Insight
Kasus ini mengungkap pola penyimpangan yang tidak sederhana. Dalam proses persidangan terungkap adanya praktik kegiatan fiktif, rekayasa laporan pertanggungjawaban (SPJ), hingga penggelembungan anggaran yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp36,3 miliar.

Bahkan, perkara tersebut tidak hanya melibatkan satu pihak, melainkan juga menyeret sejumlah aktor lain, termasuk pejabat internal dan pihak swasta pelaksana kegiatan.

Penegakan Hukum Dinilai Harus Menyeluruh
Menanggapi perkembangan tersebut, TRINUSA menilai bahwa putusan ini menjadi bukti nyata bahwa praktik penyimpangan anggaran publik dapat terjadi secara sistemik dan melibatkan lebih dari satu pihak.

“Kasus ini menunjukkan bahwa pola penyimpangan tidak berdiri sendiri. Karena itu, penegakan hukum harus menelusuri seluruh pihak yang terlibat, bukan berhenti pada satu individu saja,” tegas perwakilan TRINUSA.
Menurut TRINUSA, pendekatan parsial justru berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik, terutama jika rangkaian proses dan alur penggunaan anggaran tidak diungkap secara utuh.

Aksi Lanjutan Jadi Tekanan Publik
Sebagai bentuk kontrol sosial, TRINUSA sebelumnya telah menggelar aksi di depan Komisi Pemberantasan Korupsi dan akan melanjutkan langkah ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Langkah ini dinilai sebagai upaya mendorong agar aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga melakukan pendalaman terhadap seluruh jaringan, mekanisme, serta alur anggaran yang berpotensi bermasalah.

“Kami tidak dalam posisi menghakimi, tetapi mendorong agar proses hukum berjalan secara objektif dan menyeluruh. Semua pihak yang memiliki keterkaitan harus ditelusuri berdasarkan bukti hukum yang sah,” lanjutnya.

Isu Sistemik, Bukan Kasus Tunggal
TRINUSA menegaskan bahwa kasus Dinas Kebudayaan DKI Jakarta seharusnya menjadi refleksi nasional bahwa sektor publik, termasuk kebudayaan, tidak kebal terhadap potensi penyimpangan.

Dengan adanya putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, publik kini menaruh harapan besar agar penegakan hukum tidak berhenti pada satu perkara, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk membenahi sistem pengelolaan anggaran secara lebih luas.
“Publik berhak mendapatkan kejelasan. Setiap penggunaan anggaran negara harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara utuh,” tegas TRINUSA.

Melalui dorongan ini, TRINUSA berharap aparat penegak hukum dapat terus memperkuat komitmen dalam mengusut setiap dugaan penyimpangan secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih, sehingga tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga memulihkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Viral Curi Sandaran Kursi Besi di Gubeng, Pria 29 Tahun Dibekuk Resmob Polrestabes Surabaya

14 Mei 2026 - 13:07 WIB

Praktisi Hukum Nasional Soroti Dugaan Sikap Kapolres Mojokerto terhadap Wartawan, Tegaskan Pers Dilindungi Konstitusi

14 Mei 2026 - 12:54 WIB

Kajari Sampang Sambangi Pesantren, Perkuat Sinergi Ulama dan Penegak Hukum

14 Mei 2026 - 04:25 WIB

Dapat Laporan Gengster, Tim Patroli Polsek Semampir Langsung Lakukan Penyisiran

14 Mei 2026 - 04:10 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Sidak Korban Keracunan MBG di Surabaya, Desak Investigasi Total Pengelola Dapur Gizi

14 Mei 2026 - 04:03 WIB

Polsek Geneng Edukasi 920 Pelajar SMPN 1 Ngawi Cegah Bullying dan Bahaya Narkoba

14 Mei 2026 - 02:42 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!