Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Kejaksaan · 17 Apr 2026 12:54 WIB ·

Tak Cukup Pungli! MADAS Minta Kejati Usut Temuan BPK Rp7,5 Miliar di Dinas ESDM Jatim


 Tak Cukup Pungli! MADAS Minta Kejati Usut Temuan BPK Rp7,5 Miliar di Dinas ESDM Jatim Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Penetapan tiga tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) perizinan di Dinas ESDM Jawa Timur menyeret sorotan pada lemahnya tata kelola sektor energi dan pertambangan. Dewan Mahkamah Kehormatan MADAS mendesak penegak hukum tidak berhenti pada kasus pungli, melainkan juga mengusut temuan BPK terkait jaminan pascatambang senilai Rp7,5 miliar.

Ketiga tersangka yang diumumkan Kejati Jatim adalah Kepala Dinas ESDM Jatim Aris Mukiyono, Kepala Bidang Pertambangan Ony Setiawan, dan Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah Hermawan. Ketiganya diduga terlibat praktik pungli dalam pengurusan perizinan di lingkungan Dinas ESDM.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Dewan Mahkamah Kehormatan MADAS mengungkap persoalan lain yang dinilai sama mendesak: lemahnya pengawasan anggaran.
Ketua Dewan Mahkamah Kehormatan MADAS, ABI MUNIF merujuk pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Jawa Timur atas LKPD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2023.

“Berdasarkan rilis audit BPK, ada sejumlah catatan serius di Dinas ESDM yang harus ditindaklanjuti. Ini tidak bisa dipisahkan dari kasus pungli yang sedang diusut,” kata Acek kepada Kliktimes, Jumat (17/4/2026).

Salah satu temuan utama adalah kekurangan penempatan jaminan pascatambang oleh dua pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) mineral bukan logam dan batuan (MBLB) senilai sekitar Rp7,5 miliar. ABI MUNIF menegaskan, jaminan pasca tambang bukan sekadar syarat administratif, melainkan instrumen hukum untuk memastikan perusahaan bertanggung jawab atas pemulihan lingkungan pasca operasi.

“Jika kewajiban itu diabaikan, kerugiannya ganda. Daerah kehilangan potensi penerimaan, dan lingkungan terancam rusak tanpa ada dana pemulihan,” ujarnya.

Menurut ABI MUNIF munculnya temuan BPK bersamaan dengan penetapan tersangka mengindikasikan adanya persoalan struktural di tubuh Dinas ESDM Jatim. Ia menilai ada keterkaitan antara lemahnya pengawasan administratif dan terbukanya celah pelanggaran hukum.

“Ini sinyal kuat bahwa persoalan di ESDM bersifat sistemik. Aspek administratif yang longgar membuka ruang bagi praktik menyimpang,” tegasnya.

Karena itu, Dewan Mahkamah Kehormatan MADAS ABI MUNIF mendesak Kejati Jatim mengusut perkara ini secara menyeluruh dan transparan. Penanganan tidak boleh berhenti pada kasus pungli, tetapi harus menelusuri keterkaitan dengan temuan audit BPK. “Publik berhak tahu sejauh mana proses hukum berjalan dan apakah temuan BPK ikut ditangani,” ujarnya

Selain penegakan hukum, pihaknya juga meminta Pemprov Jatim segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan dan kinerja Dinas ESDM, khususnya pada sektor perizinan dan pertambangan.

“Temuan BPK adalah pintu masuk perbaikan. Jika tidak ditindaklanjuti serius, kasus serupa akan terus berulang,” ujarnya.

Acek menegaskan, momentum penegakan hukum ini harus diikuti pembenahan sistemik agar tata kelola sumber daya alam di Jawa Timur lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Penegakan hukum jangan jadi respons sesaat. Harus ada koreksi dari hulu, mulai dari sistem pengawasan hingga tata kelola perizinan. Jika tidak dibenahi sekarang, persoalan yang sama pasti terulang,” pungkasnya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ramai Tuduhan “Tangkap-Lepas”, Kasatresnarkoba Tanjung Perak Tegaskan Tak Ada Pembebasan Tersangka

17 April 2026 - 13:39 WIB

Polresta Sidoarjo Gelar Curhat Kamtibmas Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Warga

17 April 2026 - 13:18 WIB

Puluhan Kilogram Kokain Berlogo “BUGATTI” Ditemukan di Pantai Sumenep, Polisi Lakukan Penyelidikan

17 April 2026 - 13:14 WIB

Gejolak Harga Minyakita di Pasuruan Picu Operasi Pasar, Polisi Tebar 9,6 Ton Minyak Subsidi

17 April 2026 - 13:10 WIB

Digerebek di Rumah Persembunyian, Pengedar Sabu di Mojokerto Tumbang dengan Barang Bukti 17 Gram

17 April 2026 - 13:05 WIB

Gudang Solar Subsidi Ilegal Digerebek, Polres Gresik Sita 17.000 Liter dan Tangkap ZA

17 April 2026 - 12:59 WIB

Trending di Gresik
error: Content is protected !!