Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 16 Apr 2026 08:02 WIB ·

Tubuh Spiritual dan Sunyi Jiwa: Welldo Wnophringgo Pamerkan Evolusi Seni di Surabaya


 Tubuh Spiritual dan Sunyi Jiwa: Welldo Wnophringgo Pamerkan Evolusi Seni di Surabaya Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Pameran lukisan tunggal bertajuk “Tubuh-Tubuh Spiritual” karya perupa Welldo Wnophringgo resmi dibuka pada Rabu sore (15/04/2026) di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali No. 85 Surabaya.

Pameran ini akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 15 hingga 21 April 2026, menghadirkan rangkaian karya yang tidak hanya menonjolkan estetika visual, tetapi juga kedalaman spiritual dan refleksi sosial.

Pembukaan pameran dilakukan oleh Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Deddy Haryono, SE, dengan kurator Agus “Koecink” Sukamto, M.Sn, yang dikenal sebagai perupa sekaligus penulis seni rupa. Acara pembukaan turut dimeriahkan oleh performance art dari Welldo Wnophringgo dan Mbah Gimbal Sang Putra Alam, serta musik electone dari Rijal.

Sejumlah seniman turut hadir, di antaranya Taufik Hidayat atau yang akrab disapa Taufik “Monyong”, serta komunitas lintas budaya seperti Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog.

Dalam narasinya, Agus “Koecink” Sukamto menegaskan bahwa perjalanan seorang perupa tidak berhenti pada aspek teknis, melainkan merupakan proses panjang evolusi batin yang terekam dalam karya visual.

“Pelukis atau Perupa bukan hanya sekedar menciptakan karya yang tertuang dalam goresan kanvas, melainkan juga mengekspresikan pesan dan keresahan jiwa yang dirasakan oleh sang pelukis tersebut,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa karya-karya Welldo menunjukkan bahwa seni adalah bagian dari laku hidup (way of life) yang tidak bisa dibatasi oleh medium semata.

“Tangan atau tubuh seorang pelukis bukan lagi hanya sekedar memegang kuas, melainkan sebagai sarana kritik sosial terhadap ketimpangan di masyarakat khususnya kaum marjinal,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Welldo Wnophringgo menyampaikan pandangannya bahwa seni merupakan cermin realitas sosial sekaligus ruang ekspresi kegelisahan batin.

“Saya memposisikan diri saya sebagai saksi sekaligus pengritik realitas, isu-isu kemanusian dan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat,” ungkapnya.

Namun, ia mengakui bahwa perjalanan kreatifnya kini memasuki fase baru yang lebih kontemplatif. Dari pengamatan terhadap realitas eksternal, ia beralih pada eksplorasi internal yang lebih dalam.

“Ini adalah fase dimana spiritualisme menjadi kompas utama dalam lukisan-lukisan saya, dan tidak lagi ‘berteriak’ menuntut perubahan sistem, melainkan ‘berbisik’ mengajak penyucian diri dan kesadaran akan eksistensi yang lebih tinggi,” pungkas Welldo.

Lukisan-lukisan yang ditampilkan dalam pameran ini menghadirkan visual anatomi tubuh manusia dengan bentuk yang unik dan elastis, dipadukan dengan dinamika gerak yang ekspresif.

Setiap karya merepresentasikan hubungan antara tubuh, jiwa, dan alam dalam satu kesatuan yang harmonis. Perspektif yang diangkat memperlihatkan bahwa kehidupan berjalan dalam keteraturan dan keseimbangan, meski seringkali diwarnai oleh konflik sosial. (Red)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Korupsi Laptop BGN Capai Rp500 Miliar: BPK dan Kejagung Mulai Bergerak, PPWI Desak Pencopotan Kepala BGN

20 April 2026 - 08:52 WIB

Kriminalisasi Pers di Majalengka: Skandal Perzinahan Kades, Dugaan Suap Penyidik, dan Matinya Supremasi UU

20 April 2026 - 08:46 WIB

Ekuador Akui Otonomi Khusus di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Tunggal Konflik Sahara

20 April 2026 - 08:41 WIB

MBG Tanggumong #004 Jadi Sorotan, Penerima Manfaat Keluhkan Makanan Tidak Segar

20 April 2026 - 08:37 WIB

Halal Bihalal Ormas Garuda di Surabaya, Perkuat Soliditas dan Persaudaraan Antaranggota

19 April 2026 - 16:26 WIB

Tragis! Seorang Pejalan Kaki Tewas Tersambar Kereta Api di Jagir Surabaya

19 April 2026 - 15:51 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!