Surabaya, Potretrealita.com – Malam takbiran Idulfitri di Surabaya diwarnai aksi kekerasan jalanan. Dua pemuda menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pelaku bermotor di kawasan Jalan Dupak, Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama keponakannya tengah dalam perjalanan pulang usai bersilaturahmi dengan keluarga. Namun nahas, di tengah perjalanan mereka dihadang sekelompok pelaku yang berjumlah enam orang dan mengendarai dua sepeda motor.
Menurut keterangan M. Jufri, orang tua salah satu korban asal Tembok Lor, para pelaku langsung melakukan penyerangan secara brutal.
“Pelakunya ada enam orang, naik dua motor, masing-masing bertiga. Mereka menendang motor keponakan saya, lalu menyerang anak saya dengan senjata tajam,” ujarnya saat diwawancarai Radio Suara Surabaya.
Akibat serangan tersebut, anak Jufri mengalami luka bacok di bagian punggung sepanjang kurang lebih 10 sentimeter akibat sabetan celurit. Sementara keponakannya menjadi korban pemukulan menggunakan balok kayu setelah terjatuh dari motor.
“Anak saya luka sekitar 10 cm di punggung. Keponakan saya untung pakai helm, jadi kepalanya tidak terlalu parah meski masih pusing,” tambahnya.
Kedua korban sempat berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mengenal mereka segera datang membantu dan membawa korban ke Rumah Sakit Surabaya Medical Service (RS SMS) untuk mendapatkan penanganan medis.
“Anak saya langsung dirawat inap, sudah dijahit. Keponakan saya juga diminta rawat inap karena kepalanya masih sakit,” jelas Jufri.
Jufri menegaskan, sebelum kejadian tidak ada permasalahan atau gesekan dengan para pelaku. Ia juga menilai kawasan Jalan Dupak kerap menjadi lokasi rawan aksi kriminal, khususnya pada malam hari.
“Di situ sering ada gerombolan motor. Bahkan sebelumnya anak saya yang lain pernah jadi korban perampasan tas. PJU banyak yang mati,” ungkapnya.
Ia berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan pengamanan serta memperbaiki penerangan jalan umum guna mencegah kejadian serupa, terlebih pada momen penting seperti Idulfitri.
“Kami minta aparat lebih sigap, supaya masyarakat aman saat beraktivitas, apalagi di momen besar seperti Idulfitri,” tuturnya. (Mul)











