Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 14 Mar 2026 01:44 WIB ·

Polda Jatim Gelar Apel Kesiapan Operasi Ketupat 2026, Petakan Titik Rawan Mudik Lebaran


 Polda Jatim Gelar Apel Kesiapan Operasi Ketupat 2026, Petakan Titik Rawan Mudik Lebaran Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Polda Jawa Timur menggelar apel kesiapan Operasi Ketupat 2026 sebagai langkah awal pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Kamis (12/3/26).

Operasi tersebut akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret mendatang.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, mengatakan bahwa pelaksanaan gelar Operasi Ketupat dilakukan secara serentak seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bentuk kesiapan menghadapi mobilitas masyarakat selama Idulfitri.

Ia menjelaskan, Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menjalankan ibadah selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Menurutnya, perjalanan mudik bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual bagi masyarakat yang ingin bertemu keluarga di kampung halaman sekaligus melaksanakan ibadah salat Idulfitri.

“Operasi ini tidak semata-mata perjalanan fisik, namun juga perjalanan spiritual. Kepolisian hadir untuk melayani masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman dan menjalankan ibadah,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama arus mudik dan balik, Polda Jatim telah melakukan pemetaan sejumlah titik rawan sejak sebulan lalu.

Pemetaan tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi terkait seperti Jasa Marga, Dinas Pekerjaan Umum kabupaten dan Provinsi, Dinas Perhubungan, serta instansi lainnya.

Hasil survei tersebut mengidentifikasi sejumlah potensi kerawanan, mulai dari titik rawan kemacetan, rawan kecelakaan lalu lintas, hingga titik kelelahan pengemudi.

“Pemetaan dilakukan baik di jalur arteri maupun jalan tol di wilayah Jawa Timur,” ujar Kombes Iwan.

Pada jalur arteri, beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain jalur Pantura (Lintas Utara), jalur tengah, jalur selatan, wilayah Tapal Kuda, serta jalur di kawasan timur Jawa Timur.

Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah jalur arteri di Kabupaten Tuban yang berbatasan langsung dengan Rembang, Jawa Tengah.

Jalur tersebut diketahui menjadi salah satu lintasan utama kendaraan logistik yang tidak melalui jalan tol.

“Arteri Tuban menjadi tumpuan kendaraan logistik, terutama kendaraan berat yang tidak melalui tol. Di sana juga terdapat beberapa titik yang kami prediksi rawan kecelakaan,” ungkapnya.

Dirlantas Polda Jatim menyebutkan, di wilayah Tuban terdapat sekitar 25 titik yang dipetakan sebagai potensi kerawanan lalu lintas, mulai dari perbatasan Rembang hingga jalur menuju Lamongan dan Bojonegoro.

Selain itu, potensi kemacetan akibat hambatan samping seperti pasar tumpah juga menjadi perhatian.

Di wilayah Madura, tercatat terdapat sekitar delapan lokasi pasar tumpah yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Lokasi-lokasi tersebut sudah kami sampaikan kepada masing-masing Kasat Lantas agar dilakukan langkah antisipasi jauh hari sebelum pelaksanaan mudik maupun arus balik,” katanya.

Di sisi lain, Polda Jatim juga memetakan sejumlah titik lelah bagi pengendara, khususnya di sepanjang ruas jalan tol.

Hal ini dilakukan mengingat panjangnya jaringan tol di Jawa Timur yang menghubungkan wilayah timur, selatan, hingga utara.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, tersedia sekitar 27 rest area di sepanjang ruas tol di Jawa Timur, baik di jalur kiri maupun kanan.

Rest area tersebut terdiri dari beberapa tipe, yakni tipe A, B, dan C yang dibedakan berdasarkan fasilitas yang tersedia.

“Rest area tersebut sudah kami cek sejak sebulan lalu dan kondisinya siap digunakan untuk memfasilitasi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat,” pungkasnya. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jaring Aspirasi Warga, Kapolres Tanjung Perak Gelar Cangkrukan Kamtibmas di Sidotopo

9 September 2026 - 16:39 WIB

Demi Masa Depan RA, Kapolres Gresik Gandeng Keluarga dan Yayasan untuk Pemulihan

9 September 2026 - 16:34 WIB

Pesan Upal via Facebook, Tiga Tersangka Jaringan Uang Palsu Diciduk Polisi

9 September 2026 - 16:30 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Abah Rosy Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah SAW

9 September 2026 - 13:18 WIB

Terkendala Kehadiran Saksi, Sidang Ketiga Dugaan Pengeroyokan Ditunda hingga Pekan Depan

9 September 2026 - 12:18 WIB

Warisan Spiritual Syaikhona Kholil Terus Dijaga, Bani Kholil Gelar Majelis Rotib dan Maulid Nabi

9 September 2026 - 09:47 WIB

Trending di Bangkalan
error: Content is protected !!