Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Kriminal · 13 Feb 2026 09:52 WIB ·

Dilepas Usai Diamankan, Dugaan Kosmetik Ilegal di Surabaya Diselimuti Isu “Uang Puluhan Juta”


 Dilepas Usai Diamankan, Dugaan Kosmetik Ilegal di Surabaya Diselimuti Isu “Uang Puluhan Juta” Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Penanganan kasus dugaan peredaran kosmetik ilegal oleh Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya menuai tanda tanya besar di tengah publik. Seorang perempuan berinisial E, warga Semolowaru Elok, yang sempat diamankan petugas, justru dilepaskan hanya dalam hitungan hari setelah penindakan.

E diamankan pada Rabu, 10 Desember 2025 sore. Ia diduga kuat memperjualbelikan produk kosmetik tanpa izin edar resmi. Peredaran kosmetik ilegal bukan perkara sepele. Selain melanggar hukum, produk tanpa izin BPOM berpotensi mengandung bahan berbahaya yang dapat merusak kesehatan konsumen.

Namun proses hukum yang semestinya berjalan terbuka justru memunculkan spekulasi. Informasi yang beredar menyebutkan adanya nominal uang sebesar puluhan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan pelepasan tersebut. Isu ini dengan cepat menyebar dan memicu sorotan tajam dari berbagai kalangan.

“Penegakan hukum seharusnya dilakukan secara profesional dan tidak tebang pilih. Jika benar ada aliran uang, ini mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Publik mempertanyakan, apakah status perkara tersebut dihentikan karena tidak cukup bukti, ataukah ada pertimbangan lain yang belum disampaikan secara transparan kepada masyarakat. Ketiadaan penjelasan resmi yang rinci justru memperlebar ruang spekulasi.

Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Evan Kaisar Ibrahim, melalui pesan WhatsApp.

“Kami kroscek dulu ya bang, mohon waktu,” jawabnya singkat pada 11 Februari 2026.

Saat dikonfirmasi kembali terkait perkembangan kasus tersebut, ia menambahkan, “Udah ada Kasubnit yang hubungi bang?”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan detail mengenai alasan pelepasan maupun status hukum perkara tersebut.

Kasus ini menjadi ujian integritas bagi aparat penegak hukum dalam menindak peredaran kosmetik ilegal yang jelas merugikan masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik, sekaligus memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan tanpa intervensi dan tanpa kompromi. (Red)

Artikel ini telah dibaca 128 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Healing Bareng Karang Taruna Kendung Jaya: Perkuat Solidaritas Lewat Trip Surabaya–Jogja Istimewa

4 April 2026 - 12:28 WIB

Kasus TPKS di Pamekasan Masuk Tahap 1, Polisi Tegaskan Perdamaian Tak Hentikan Proses Hukum

4 April 2026 - 10:24 WIB

Firman Jadi Korban Cacat Permanen, Pelaku Belum Ditangkap, Keluarga Mengadu ke Propam

4 April 2026 - 09:18 WIB

KRYD Semampir: Polisi Bubarkan Kerumunan Remaja, Warga Apresiasi Kehadiran Petugas

4 April 2026 - 03:20 WIB

Jurnalis Radar CNN dan MADURA ASLI SEDARAH (MADAS) Gelar Aksi, Tuntut Keadilan atas Penganiayaan Kabiro Surabaya

3 April 2026 - 11:42 WIB

Peredaran Sistem Ranjau Terbongkar, Polres Jember Ungkap Puluhan Kasus Narkoba

3 April 2026 - 10:57 WIB

Trending di Jember
error: Content is protected !!