Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 23 Jan 2026 09:39 WIB ·

Wartawan Diduga Diblokir Saat Konfirmasi, FRJRI Minta Klarifikasi dan Junjung Etika Pers


 Wartawan Diduga Diblokir Saat Konfirmasi, FRJRI Minta Klarifikasi dan Junjung Etika Pers Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com — Forum Reporter dan Jurnalis Republik Indonesia (FRJRI) angkat bicara terkait dugaan terhambatnya akses komunikasi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Dugaan tersebut mencuat setelah upaya konfirmasi yang dilakukan seorang wartawan kepada Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diduga berujung pada terputusnya komunikasi tanpa penjelasan resmi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, wartawan tersebut tengah melakukan konfirmasi terkait sebuah pemberitaan yang menyangkut kepentingan publik. Namun dalam prosesnya, nomor wartawan tersebut dikabarkan tidak lagi dapat menghubungi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, baik melalui sambungan telepon maupun aplikasi pesan singkat.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya pemblokiran komunikasi yang dinilai menghambat proses klarifikasi.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum FRJRI, Arul, menyayangkan apabila dugaan tersebut benar terjadi. Ia menilai bahwa tindakan menghalangi konfirmasi wartawan bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik serta semangat kemitraan antara pers dan institusi kepolisian.

“Konfirmasi merupakan bagian fundamental dari kerja jurnalistik. Jika akses komunikasi dengan wartawan ditutup, apalagi diduga dengan cara pemblokiran, hal itu berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat,” ujar Arul, Jumat (23/1).

Arul menegaskan bahwa wartawan bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik yang mewajibkan akurasi, keberimbangan, dan konfirmasi.

Oleh karena itu, setiap pejabat publik diharapkan menghormati dan memahami proses kerja jurnalistik yang dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, FRJRI mengingatkan bahwa sikap menutup akses komunikasi dengan wartawan bukanlah langkah yang tepat, terlebih di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik. Menurutnya, komunikasi terbuka merupakan jalan terbaik untuk menghindari kesalahpahaman serta spekulasi di ruang publik.

“Apabila terdapat keberatan terhadap isi pemberitaan atau proses konfirmasi, mekanisme hak jawab dan hak koreksi telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Pers, bukan dengan memutus komunikasi,” tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dikonfirmasi terkait dugaan tersebut belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi lanjutan masih terus dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi.

FRJRI berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara etis, profesional, dan berlandaskan hukum, serta menjadi pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya menjunjung tinggi kebebasan pers dan etika jurnalistik sebagai bagian dari pilar demokrasi. (Red)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polda Jatim Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Jelang Idulfitri

14 Maret 2026 - 02:25 WIB

Amankan Kendaraan Saat Mudik, Polrestabes Surabaya Siapkan Layanan Penitipan di 24 Polsek

14 Maret 2026 - 02:21 WIB

Ulang Tahun ke-2 Saskiya Dita Ramadani, Kebahagiaan Sederhana Penuh Doa di Sidonipah Surabaya

14 Maret 2026 - 02:16 WIB

Pastikan Pengamanan Mudik Jalur Laut, Karoops Polda Jatim Tinjau Pos Terpadu di Terminal GSN

14 Maret 2026 - 02:11 WIB

Gerakan Pangan Murah Polres Tanjung Perak Disambut Antusias Warga Krembangan

14 Maret 2026 - 02:01 WIB

Pererat Silaturahmi Ramadan, Madas Sedarah Surabaya Bagikan 2.000 Takjil di Kenjeran

14 Maret 2026 - 01:55 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!