Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Jakarta · 6 Okt 2025 07:50 WIB ·

Wilson Lalengke Bertolak ke New York untuk Menyampaikan Pidato di Komite Keempat PBB


 Wilson Lalengke Bertolak ke New York untuk Menyampaikan Pidato di Komite Keempat PBB Perbesar

Jakarta, Potretrealita.com — Aktivis HAM dan akademisi terkemuka Wilson Lalengke berangkat dari Indonesia pada Minggu malam, 5 Oktober 2025, dalam perjalanan menuju New York City untuk menyampaikan pidato resmi berisi petisi kepada Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Perjalanannya menandai langkah penting dalam advokasi berkelanjutannya untuk hak asasi manusia global dan reformasi demokrasi.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI) itu terbang menggunakan pesawat Etihad Airways dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan jadwal kedatangan di Bandara Internasional John F. Kennedy pada 7 Oktober 2025. Ia diperkirakan akan berada di New York hingga 12 Oktober, di mana ia akan berinteraksi dengan pejabat PBB, perwakilan masyarakat sipil, dan anggota pers internasional.

Komite Keempat, yang secara resmi dikenal sebagai Komite Khusus Politik dan Dekolonisasi, menangani berbagai isu termasuk pemeliharaan perdamaian, dekolonisasi, dan hak-hak masyarakat adat. Petisi Lalengke akan fokus menyoroti berbagai kekhawatiran terkait pembunuhan di luar hukum (extra judicial execution), penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, serta kebebasan politik dan pemerintahan di beberapa wilayah di dunia, termasuk Afrika dan Asia.

Dalam pernyataan singkat sebelum keberangkatan, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu menyatakan harapan bahwa pengajuannya akan “memperkuat suara mereka yang telah lama dibungkam” dan “mendorong komunitas internasional untuk mengambil tindakan yang berarti.”

Kunjungannya ke markas besar PBB terjadi di tengah meningkatnya perhatian regional dan global terhadap gerakan demokrasi dan partisipasi sipil. Para pengamat mengamati dengan saksama bagaimana komite menanggapi permohonannya.

Nantikan dan ikuti terus perkembangan terbaru seiring misi Wilson Lalengke di New York. (Red)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Coffee Morning Kapolres Sampang Dinilai Positif, Ketua L-KPK: Perkuat Komunikasi dengan Masyarakat

27 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Aktivis Suramadu Soroti Pemeriksaan Bus oleh Bea Cukai dan Satpol PP

27 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Penghasilan Jaga Warkop Tak Cukup, ZA Kembali Jadi Pengedar Sabu dan Ditangkap Polisi

27 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Sempoa YES dan Pekerja Capai Kesepakatan, Hubungan Kerja Resmi Diakhiri Tanpa Tuntutan Investasi

27 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Polres Gresik Ungkap 14 Kasus Narkoba, 17 Tersangka Diamankan dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026

26 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Polda Riau Kirim 60 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di NTT

26 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!