Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Gresik · 18 Sep 2025 10:57 WIB ·

Tergugat Ajukan Rekonvensi Bongkar Litigasi Jahat Penggugat


 Tergugat Ajukan Rekonvensi Bongkar Litigasi Jahat Penggugat Perbesar

Gresik, Potretrealita.com – 18 September 2025. Polemik hukum perkara perdata bernomor 66/Pdt.G/2025/PN.Gsk memasuki babak penting ketika pihak Tergugat Konvensi sekaligus *Penggugat Rekonvensi, Ahmad Jamaluddin, melalui kuasa hukumnya Adv. Moh. Nurul Ali, S.H.I., M.H.,* menyampaikan jawaban, eksepsi, sekaligus gugatan rekonvensi kepada Pengadilan Negeri Gresik.

Dalam dokumen resmi yang diterima redaksi, Tergugat menegaskan bahwa gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Pencemaran Nama Baik yang diajukan Penggugat adalah bentuk *litigasi jahat (abuse of process),* yang dinilai tidak hanya keliru secara hukum, tetapi juga berpotensi menambah penderitaan psikologis bagi korban dan keluarganya.

*Kronologi Perkara*

Kasus ini berawal dari dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang dilakukan Penggugat terhadap anak di bawah umur, Halimatus Shafa (12), hingga korban mengalami kehamilan. Atas dasar itu, Tergugat selaku ayah kandung melaporkan Penggugat ke Unit PPA Polres Gresik, sebagaimana *tercatat dalam STTLP/B/187/VII/2025/SPKT/POLRES GRESIK/POLDA JATIM tanggal 19 Juli 2025.*

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti penyidikan hingga Penggugat resmi ditetapkan sebagai tersangka, ditangkap, dan ditahan berdasarkan *Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Nomor: B/11167/VIII/2025/Reskrim tanggal 21 Agustus 2025.*

Namun, alih-alih menghadapi proses pidana, Penggugat justru menggugat balik dengan dalil pencemaran nama baik melalui jalur perdata di PN Gresik.

*Dalil Hukum dan Eksepsi*

Kuasa hukum Tergugat menilai *gugatan tersebut kabur (obscuur libel),* karena tidak menjelaskan secara rinci unsur-unsur pencemaran nama baik, serta mengaburkan kedudukan hukum antara ranah pidana dan perdata.

“Laporan pidana ke aparat penegak hukum adalah hak setiap warga negara sebagaimana diatur dalam *Pasal 108 KUHAP.* Oleh karenanya, tidak dapat digolongkan sebagai pencemaran nama baik,” tegas Adv. Nurul Ali dalam jawabannya.

Selain itu, objek gugatan yang berkaitan dengan delik pidana seharusnya menjadi kewenangan peradilan pidana, bukan perdata, merujuk pada *Pasal 310 dan 311 KUHP serta Pasal 27 ayat (3) UU ITE.*

*Gugatan Rekonvensi*

Dalam rekonvensi, Tergugat menuntut Penggugat membayar ganti rugi immateriil sebesar Rp2 miliar, dengan dasar penderitaan psikis, trauma, dan kerugian batin yang dialami korban dan keluarga. Tuntutan ini sekaligus mempertegas bahwa gugatan awal Penggugat adalah bentuk tekanan psikologis yang melanggar asas itikad baik dalam berperkara.

Dengan rangkaian bukti, saksi, serta dalil hukum yang diajukan, *Tergugat meminta majelis hakim untuk menolak seluruh (gugatan Penggugat serta mengabulkan gugatan rekonvensi demi tegaknya keadilan substantif.(Mul)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bung Taufik Dirikan Rumah Aspirasi, Siap Kawal Keluhan Masyarakat 24 Jam demi Keadilan

19 April 2026 - 09:33 WIB

LSM TRINUSA DPD DKI Jakarta “Gruduk” KPK: Bongkar Dugaan Skandal Korupsi Dinas Kebudayaan Miliaran Rupiah!

19 April 2026 - 09:28 WIB

Diteriaki “Jambret!”, Pelaku Perampas HP di Surabaya Tak Berkutik Diamuk Massa

19 April 2026 - 09:24 WIB

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

19 April 2026 - 01:33 WIB

Dua Bulan Buron, Pelaku Curanmor Viral di Kalimas Udik Akhirnya Dibekuk Polisi Saat Pulang ke Rumah

18 April 2026 - 13:10 WIB

Dipicu Salah Paham Saat Pengajian, 10 Terduga Pelaku Pengeroyokan Kades Pakel Diperiksa Polisi

18 April 2026 - 13:03 WIB

Trending di Kriminal
error: Content is protected !!