Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 18 Sep 2025 05:26 WIB ·

Kasus Oknum Polisi Yang Diduga Mencoreng Insitusi Polri di Abaikan Polres Sampang


 Kasus Oknum Polisi Yang Diduga Mencoreng Insitusi Polri di Abaikan Polres Sampang Perbesar

Sampang, Potretrealita.com – Kasus dugaan keterlibatan oknum polisi Aipda RH terus menimbulkan tanda tanya besar, hingga kini, Polres Sampang dinilai tidak serius dan terkesan setengah setenah terkesan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang mencoreng insitusi polri yang menyeret mantan PS Kanit Tipidter yang kini berada di unit Tipidsus tersebut.

Nama Aipda Rendra mencuat setelah disebut jarang masuk kantor namun justru menjadi pengatur setoran haram dari bisnis ilegal, sumber internal menyebut, meski absen berbulan-bulan, urusan setoran tetap berjalan lancar.

Seorang pengusaha rokok ilegal di Kecamatan Banyuates bahkan mengaku, setoran yang dikeluarkan mencapai Rp90 juta setiap bulan, angka fantastis ini diduga mengalir ke jaringan yang lebih besar, sehingga posisi Aipda Rendra selalu aman meski terjadi pergantian pucuk pimpinan di Polres Sampang.

Namun ironisnya, hingga kini tidak ada kejelasan penanganan, pertanyaan media kepada Kanit Propam Polres Sampang terkait sudah berapa kali pemanggilan dilakukan dan bagaimana hasil pemeriksaannya, tidak pernah dijawab. Jawaban sebelumnya yang muncul hanya singkat: “masih dalam proses.”

Pemerhati hukum Madura, Agus Sugito, menilai sikap Polres Sampang tersebut sangat tidak transparan.

“Kalau benar sedang diproses, masyarakat berhak tahu sejauh mana perkembangannya, ini bukan kasus kecil, dugaan setoran haram bernilai miliaran rupiah dalam setahun, jawaban normatif hanya memperkuat kecurigaan adanya perlindungan,” ujarnya.

Agus mendesak agar kasus ini tidak hanya ditangani di level Polres.

“Jika Polres Sampang tidak berani menindak tegas, maka Polda Jatim dan bahkan Mabes Polri harus turun tangan. Jangan sampai ada kesan institusi melindungi oknum yang diduga menjadi dalang setoran ilegal, kalau dibiarkan, citra Polri akan makin rusak,” tegasnya.

Menurutnya, publik menunggu bukti nyata keseriusan Polri.
“Kalau memang terbukti, jangan hanya sanksi disiplin, harus ada proses pidana yang terbuka, agar masyarakat yakin bahwa Polri konsisten memberantas praktik kotor di tubuhnya sendiri,” pungkas Agus Sugito.

Kini publik menanti, apakah kasus Aipda Rendra benar-benar dituntaskan hingga ke akar-akarnya, atau justru kembali tenggelam tanpa kejelasan sebagaimana kasus-kasus serupa sebelumnya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 218 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kinerja Gemilang Berantas Narkoba, Satresnarkoba Polres Tanjung Perak Raih Penghargaan

22 September 2026 - 08:09 WIB

Tiga Polisi Terluka Saat Tangkap Pelaku Curanmor, Tersangka Ditembak di Kaki

22 September 2026 - 06:08 WIB

Lapas Narkotika Pamekasan Digerebek, Petugas Temukan 30 Barang Terlarang

22 September 2026 - 05:17 WIB

Kabel WiFi Menjuntai Diduga Picu Kecelakaan Maut, Mahasiswa UNESA Tewas di Mojokerto

22 September 2026 - 05:06 WIB

YR KOBRA JATIM Perkuat Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba di Sidoarjo

22 September 2026 - 05:00 WIB

Apresiasi Pengabdian Korlantas Polri, Faisol Majid Dorong Penguatan Budaya Tertib Lalu Lintas

22 September 2026 - 04:45 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!