Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Kejaksaan · 27 Jun 2025 09:28 WIB ·

LSM Triga Nusantara Indonesia DPC Kabupaten Serang Kecam Ketidaktepatan Waktu Sidang: “Pengadilan Negeri dan Jaksa Penuntut Umum Tidak Profesional!”


 LSM Triga Nusantara Indonesia DPC Kabupaten Serang Kecam Ketidaktepatan Waktu Sidang: “Pengadilan Negeri dan Jaksa Penuntut Umum Tidak Profesional!” Perbesar

Serang, Potretrealita.com – Lebaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara Indonesia (LSM TRINUSA) DPC Kabupaten Serang, di bawah kepemimpinan Ade Putra, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pengadilan Negeri Serang dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam penanganan perkara pembunuhan mutilasi yang menyita perhatian publik.

Dalam pernyataan resminya, LSM Triga Nusantara Indonesia DPC kabupaten Serang menyesalkan tidak profesionalnya pelaksanaan sidang yang dijadwalkan, di mana waktu yang telah ditentukan sebelumnya justru diabaikan begitu saja oleh aparat penegak hukum.

“Sidang dijadwalkan pada jam tertentu, namun hingga pukul 16.00 WIB belum juga dimulai. Masyarakat yang datang pagi-pagi demi mencari keadilan malah dibiarkan menunggu dalam ketidakpastian. Ini bentuk pelecehan terhadap hak publik,” tegas Ade Putra.

LSM Triga Nusantara Indonesia DPC Kabupaten Serangmenilai bahwa kelambanan dan ketidaktepatan waktu tersebut adalah cermin buruknya manajemen peradilan dan tidak adanya rasa hormat terhadap masyarakat pencari keadilan. Bahkan, lanjut Ade Putra, masyarakat harus menahan lapar dan lelah hanya untuk mendengar proses yang tak kunjung dimulai. Ironisnya, saat sidang akan dimulai, jaksa justru meminta masyarakat agar tetap kondusif.

“Siapa yang sebenarnya membuat situasi tidak kondusif? Masyarakat datang tepat waktu dan penuh harapan, tapi pihak yang seharusnya memberi contoh justru abai terhadap waktu dan komitmen,” ujar Ade.

Dalam kasus besar seperti pembunuhan mutilasi ini, publik berharap adanya keseriusan dan integritas dari institusi hukum.

Namun realita yang ditunjukkan di lapangan justru mengecewakan dan mencederai rasa keadilan.

LSM Triga Nusantara Indonesia DPC kabupaten Serang menegaskan tuntutan masyarakat: tersangka kasus pembunuhan mutilasi harus dijatuhi hukuman mati.

“Jangan jadikan hukum sebagai tontonan yang melelahkan dan menyakitkan bagi rakyat. Tegakkan keadilan tanpa drama, dan hormati mereka yang datang mencari keadilan, bukan mempermainkan waktu mereka,” pungkas Ade Putra. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Jombang Nyatakan Sikap Dukung Pemerintah dan Jaga Kamtibmas

30 Agustus 2025 - 12:36 WIB

Pembeli Tanah Masih Misterius, Nasib Petani Di Mojokerto Tak Menentu

30 Agustus 2025 - 12:31 WIB

Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Gelar Bakti Sosial dan Jalan Santai bersama Dharma Wanita

30 Agustus 2025 - 09:13 WIB

Polres Mojokerto Gelar Doa Bersama, Santunan Anak Yatim dan Bakti Sosial Bersama Ojol dan Bentor

30 Agustus 2025 - 08:40 WIB

Polres Gresik dan Komunitas Ojol Bersatu, Sholat Gaib dan Doa Bersama untuk Almarhum Affan

30 Agustus 2025 - 08:31 WIB

Kapolda Jatim Kunjungi Petugas yang Luka Saat Amankan Unjuk Rasa di Grahadi

30 Agustus 2025 - 08:26 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!