Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 5 Feb 2025 05:51 WIB ·

Heboh Sengketa Waris Triliunan Di PT. SDS Ternyata Tak Sebesar Yang Diberitakan Dan Perkaranya Ditangani PN Surabaya


 Heboh Sengketa Waris Triliunan Di PT. SDS Ternyata Tak Sebesar Yang Diberitakan Dan Perkaranya Ditangani PN Surabaya Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Sengketa Waris pendiri PT. SDS mendiang Romi dan Cicilia antara 3 anaknya yakni Agung, Agus dan Felicia dengan iparnya yang bernama Gresce Katalina, isteri dari almarhum Afandi (putera pertama Romi Cicilia).

Untuk diketahui, Sengketa Waris ini perkaranya sedang ditangani PN Surabaya dengan persidangan yang sudah terdaftar di PN Surabaya dan informasinya tidak triliunan seperti yang diberitakan di media.

Pihak keluarga (3 bersaudara) memilih penyelesaian melalui jalur hukum melalui PN Surabaya yang telah didaftarkan pada tanggal 2 Oktober 2024, adapun Gresce Katalina menikah dengan perjanjian kawin pisah harta dan Gresce Katalina tidak dikaruniai anak selama masa perkawinan dengan alm. Afandi.

Pihak keluarga (3 bersaudara) pernah melakukan pembicaraan jalur kekeluargaan dengan Gresce Katalina tetapi pihak keluarga merasa pihak Gresce Katalina diluar batas kewajaran permintaannya.

Agung, satu dari 3 bersaudara putera mendiang Romi Cicilia yang masih hidup berkomentar “Ini negara hukum, perkara waris sudah ditangani PN Surabaya, demi ketetapan hukum yang berkeadilan, percayakan pembagian waris ini ke Pengadilan, mengapa dia, ipar saya itu mengajak orang untuk mengancam, mengintimidasi, memblokir, anarkis di pabrik dan rumah saya, beritanya juga Triliunan, item dan jumlahnya jelas, silakan cek datanya di PN Surabaya”.

Informasi yang kami dapat, Gresce Katalina dengan membawa gerombolan massa beberapa kali mendatangi kantor PT.SDS dan rumah pribadi Direksi PT.SDS. Pada (13/11/24) Gresce Katalina bersama orang-orangnya memaksa masuk ke kantor PT.SDS dan melarang pulang Direksi PT.SDS sampai tengah malam.

Pada (25/11/24) rumah pribadi Direksi PT.SDS didatangi dan diintimidasi oleh pihak Gresce Katalina.

Dihari yang sama, pihak kuasa hukum Gresce Katalina mengintimidasi dan mengancam satpam PT. SDS.

Pada (26/11/24) pihak kuasa hukum Gresce Katalina kembali mendatangi PT.SDS menghalangi catering makan siang karyawan PT. SDS.

Gresce Katalina bersama orang orangnya, pada (29/11/24) kembali datang dengan melakukan tindakan pemblokiran akses masuk kantor PT.SDS sehingga karyawan tidak bisa masuk kerja dan terjadi keributan saat satuan keamanan PT.SDS membuka blokir agar karyawan bisa masuk kerja.

Kembali pada (23/01/25) pihak Gresce Katalina melakukan tindakan penyegelan dengan rantai dan gembok pintu pabrik PT SDS sehingga karwayan tidak bisa bekerja dan menunggu di jalanan selama seharian.

Atas perintah Direksi dari PT.SDS, Agung pada (24/01/25), memerintahkan Satpam PT.SDS menggunting rantai pintu masuk pabrik PT. SDS yang di saksikan oleh Polresta Sidoarjo. Dihari yang sama pihak Gresce Katalina dari depan kantor PT.SDS memaksa masuk, mengancam dan anarkis pelemparan batu sehingga salah satu karyawan menderita luka dan opname di Rumah Sakit.

Selanjutnya, Akibat tindakan ini berujung terbitnya LP Nomor #/#/#/SPKT/POLRESTA SIDOARJO/POLDA JATIM atas nama AWG dan LP nomor #/##/#/#/SPKT/POLRESTA SIDOARJO/POLDA JATIM dengan terlapor inisial GK DKK serta 1 orang pelaku sudah ditahan pihak Polresta Sidoarjo.

Sebelum terjadinya tindakan pemaksaan kehendak dari Gresce Katalina, pihak keluarga (3 bersaudara) telah menyerahkan pembagian waris ini ke jalur hukum melalui PN Surabaya.

Pihak Gresce Katalina yang diduga selalu mengabaikan panggilan setiap proses Pengadilan PN Surabaya dan lebih memilih memakai jalur tersendiri dengan pemaksaan kehendak sepihak dengan cara mengintimidasi, membuat resah bahkan menyebabkan kerugian dan menimbulkan korban akibat perbuatan Gresce Katalina dan kawan-kawan dengan mendatangkan dan memerintahkan sejumlah massa orang-orang luar dalam jumlah banyak dan berkali-kali terjadi.

Hingga berita ini diterbitkan, berharap Dalam pihak pengadilan menangani hal ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku supaya kedepannya mendapatkan keputusan yang adil juga mengenai hak waris dari pengadilan dan cepat terselesaikan. (Red)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Jombang Nyatakan Sikap Dukung Pemerintah dan Jaga Kamtibmas

30 Agustus 2025 - 12:36 WIB

Pembeli Tanah Masih Misterius, Nasib Petani Di Mojokerto Tak Menentu

30 Agustus 2025 - 12:31 WIB

Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Gelar Bakti Sosial dan Jalan Santai bersama Dharma Wanita

30 Agustus 2025 - 09:13 WIB

Polres Mojokerto Gelar Doa Bersama, Santunan Anak Yatim dan Bakti Sosial Bersama Ojol dan Bentor

30 Agustus 2025 - 08:40 WIB

Polres Gresik dan Komunitas Ojol Bersatu, Sholat Gaib dan Doa Bersama untuk Almarhum Affan

30 Agustus 2025 - 08:31 WIB

Kapolda Jatim Kunjungi Petugas yang Luka Saat Amankan Unjuk Rasa di Grahadi

30 Agustus 2025 - 08:26 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!