Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Kriminal · 4 Apr 2024 12:36 WIB ·

Terekam CCTV Anak Anggota Polisi Dikeroyok Hingga Tulang Rahang Patah


 Terekam CCTV Anak Anggota Polisi Dikeroyok Hingga Tulang Rahang Patah Perbesar

Surabaya, potretrealita.com – Malang betul nasib DBF (13) asal Bulak Banteng Surabaya itu. Bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh 2 oknum anggota.

Kejadian yang terjadi di Jl. Dukuh Bulak Banteng Sekolahan 1 pada hari Sabtu, 30 Maret 2024 sekitar pukul 03.00 dini hari tersebut, terekam kamera CCTV kampung.

Video pengeroyokan terhadap anak anggota polisi

Terlihat, dua orang yang diduga anggota tersebut mengendarai dua sepeda motor tiba – tiba berhenti ditempat korban nongkrong bersama teman – temannya yang akan melakukan patroli sahur atau membangunkan warga untuk sahsahur.

Oknum anggota tersebut diduga merupakan anggota kepolisian atau Satpol PP. Karena, dalam rekaman kamera CCTV tersebut, terlihat kedua orang yangvmengeroyok korban menggunakan celana tactical dan sepatu khas anggota kepolisian atau Satpol PP.

Usai dihajar habis – habisan, DBF yang merupakan anak dari anggota Shabara Polsek Simokerto tersebut dibawa dengan menggunakan sepeda motor salah satu pelaku pengeroyokan.

Dari keterangan orang tua korban, Bripka Widaryadi, usai dihajar, anaknya diserahkan kepada petugas Polsek Kenjeran yang saat itu diantaranya Iptu Dwi Kanit Binmas, 2 anghota Lantas, Aiptu Muchtar selaku Bhabinkamtibmas Bulak Banteng dan beberapa Satpol PP di bawah Jembatan depan SDN Manggala.

“Akibat dari kejadian pengeroyokan tersebut, anak saya mengalami patah tulang rahang dan retak. Setelah tahu DBF anak saya (polisi), anak saya disuruh membersihkan darah yang bercecer hingga kakinya oleh pelaku,” kata Widaryadi.

Tidak terima anaknya dikeroyok hingga patah tulang rahang, Bripka Widyardi melaporkan kejadian tersebut ke PPA Ditreskrimum Polda Jatim.

“Karena kejadian pengeroyokan tersebut, anak saya harus menjalani operasi di RS Bhayangkara. Bahkan untuk makan saja, harus menggunakan suntikan,” ungkap Widaryadi, Kamis (04/04/2024). (Sya)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolrestabes Surabaya Ungkap Alasan Mutasi Tujuh Anggota Satresnarkoba, Diduga Langgar SOP

2 November 2026 - 16:17 WIB

Audiensi Tanpa Kepala Dinkes, GASI Minta Proyek Pagar Labkesmas Sampang Diperiksa Menyeluruh

2 November 2026 - 16:10 WIB

Bawa Pisau dan Pistol Dompis, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Saat Berburu Sasaran di Gresik

2 November 2026 - 16:01 WIB

Janji Pengembalian Tak Terpenuhi, Dugaan Penipuan Berkedok Pinjaman Jaminan Emas Dilaporkan ke Polisi

2 November 2026 - 09:03 WIB

Pendekatan Humanis, Satlantas Polres Gresik Beri Edukasi Safety Riding kepada Driver Ambulans Jawa-Madura-Bali

2 November 2026 - 04:04 WIB

Instruksi Berantas Bandar Narkoba Diuji, DPO Deholi di Bangkalan Belum Berhasil Diamankan

2 November 2026 - 03:02 WIB

Trending di Bangkalan
error: Content is protected !!