Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Mojokerto · 29 Jul 2026 12:19 WIB ·

Usai Satu Ijazah Diserahkan, Dugaan Penahanan Ijazah di SMK Tamsis Mojokerto Kian Mencuat


 Usai Satu Ijazah Diserahkan, Dugaan Penahanan Ijazah di SMK Tamsis Mojokerto Kian Mencuat Perbesar

Mojokerto, potretrealita.com – Fenomena kejadian penahanan ijazah yang terjadi di SMK Taman Siswa (TAMSIS) yang berada di kota Mojokerto tepatnya di Jl. panderman VIII, Wates, Kota Mojokerto, bak jamur yang tumbuh di awal musim hujan.

Hal itu terjadi setelah adanya pengambilan ijazah salah satu murid bernama Marsendy Yulio Putra yang sempat ditahan oleh SMK Tamsis sejak tahun 2024, kemarin pada hari Senin (27/7/26) dengan pendampingan dari kader dan simpatisan dari partai solidaritas Indonesia (PSI) dan YLBH GARDA SAKERA S.K.R akhirnya diberikan kepada siswanya meskipun dengan syarat tertentu.

Dengan diberikannya ijazah tersebut, akhirnya viral baik di media sosial maupun di masyarakat setempat sehingga bermunculan pengakuan puluhan alumni SMK Tamsis yang mengaku ijazahnya hingga hari ini masih belum diberikan dikarenakan adanya pembayaran yang belum terselesaikan.

Pengakuan dan pengaduan yang kini telah masuk baik ke redaksi media cekpos melalui kordinator liputan maupun media sosial sungguh sangan miris, mengingat ijazah adalah hak murid yang wajib diberikan pihak sekolahan setelah lulus tanpa kecuali, terkait adanya pembayaran yang belum terselesaikan, itu urusan orang tua dengan pihak sekolah.

Sementara itu, dengan adanya kejadian tersebut awak media berupaya mengkonfirmasi Kepala UPT Dinas Pendidikan (Disidk) Provinsi Jawa Timur yang berada di Jl. Hayam Wuruk No.66, Magersari, Kota Mojokerto.

Menurut keterangan staf yang ada, pimpinan jarang ke kantor karena sering giat luar,untuk menemui, harus janjian dahulu.

Karena sulitnya menemui Kepala UPT Disdik Provinsi Jatim yang ada di Mojokerto, awak media akan berupaya melakukan konfirmasi ke Disdik Provinsi Jatim pusat yang ada di Surabaya guna terus memperjuangkan nasib – nasib siswa yang ijazahnya ditahan sekolah. (Red)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kinerja Gemilang Berantas Narkoba, Satresnarkoba Polres Tanjung Perak Raih Penghargaan

22 September 2026 - 08:09 WIB

Tiga Polisi Terluka Saat Tangkap Pelaku Curanmor, Tersangka Ditembak di Kaki

22 September 2026 - 06:08 WIB

Lapas Narkotika Pamekasan Digerebek, Petugas Temukan 30 Barang Terlarang

22 September 2026 - 05:17 WIB

Kabel WiFi Menjuntai Diduga Picu Kecelakaan Maut, Mahasiswa UNESA Tewas di Mojokerto

22 September 2026 - 05:06 WIB

YR KOBRA JATIM Perkuat Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba di Sidoarjo

22 September 2026 - 05:00 WIB

Apresiasi Pengabdian Korlantas Polri, Faisol Majid Dorong Penguatan Budaya Tertib Lalu Lintas

22 September 2026 - 04:45 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!