Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 28 Jul 2026 10:09 WIB ·

Peringatan Rutin Bekti Desa: Arek Arek Nusantara & KOPI Jaga Akar Budaya Leluhur


 Peringatan Rutin Bekti Desa: Arek Arek Nusantara & KOPI Jaga Akar Budaya Leluhur Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Komunitas Arek Arek Nusantara bersama KOPI (Komunitas Pemuda Independen) secara resmi menggelar tradisi luhur Bekti Desa di Punden Eyang Kapiludin, kawasan Jarak Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Senin (27/07/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan rutin setiap tanggal 27 Juli ini merupakan wujud penghormatan tertinggi dan sujud syukur kepada para leluhur yang telah meletakkan fondasi awal pembangunan kehidupan, peradaban kampung, serta kesejahteraan yang dirasakan masyarakat saat ini.

Dalam keterangan persnya, Juru Bicara Kegiatan, Ki Ageng Kinco, menjelaskan bahwa keberadaan kita saat ini—dapat hidup, bekerja, berdaya, dan sejahtera—tidak terlepas dari perjuangan dan pelopor para leluhur yang membuka jalan serta membangun peradaban di tanah ini.

Punden Eyang Kapiludin menjadi saksi bisu awal mula peradaban tersebut, sehingga Bekti Desa menjadi kewajiban menjaga tali silaturahmi dengan akar sejarah.

“Kegiatan ini diisi dengan doa bersama, momen hening cipta, serta pembacaan tembang dan mantra Jawa. Hal ini sejalan dengan akar budaya kita yang berlandaskan ajaran Kapitayan, yang kini berkembang menjadi penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Ki Ageng Kinco, yang akrab disapa Pokemon.

Ia menegaskan, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen para pemuda untuk terus merawat, melestarikan, dan mengenalkan kembali peninggalan serta ajaran warisan leluhur Nusantara.

Tujuannya agar generasi muda tidak melupakan tanda-tanda sejarah, simbol-simbol luhur, dan identitas budaya yang menjadi jati diri bangsa.

Terkait kebijakan negara, penyelenggara menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah yang telah resmi menetapkan tanggal 13 Juli sebagai Hari Raya Besar Lahir Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Pengesahan ini dinilai menjadi pengakuan yang sangat berharga bagi eksistensi dan keberadaan kaum penghayat di tengah keberagaman bangsa.

“Semoga langkah ini menjadi awal persatuan yang lebih erat, bagi kaum penghayat maupun seluruh elemen bangsa, demi terwujudnya cita-cita luhur: Memayu Hayuning Bawana, menjaga keselamatan, kedamaian, dan kebahagiaan seluruh alam semesta,” pungkas Pokemon. (Red)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Usai Satu Ijazah Diserahkan, Dugaan Penahanan Ijazah di SMK Tamsis Mojokerto Kian Mencuat

29 Juli 2026 - 12:19 WIB

Tanpa Tunggu Lama! Polsek Blega Ungkap Kasus Pencurian, Rekan Pelaku Ditangkap di Gresik

29 Juli 2026 - 11:31 WIB

Penuh Khidmat, AKBP Anang Hardiyanto Jalani Tradisi Penyambutan Sebagai Kapolres Sampang

29 Juli 2026 - 08:06 WIB

Pererat Kebersamaan, Satgas Damai Cartenz-2026 Bersama Warga Bangun Jalan Menuju TPU di Mimika

29 Juli 2026 - 07:03 WIB

Prestasi Gemilang! Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Sabet Juara II Pengungkapan Kasus Narkoba

29 Juli 2026 - 06:47 WIB

Kapolda Jatim Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres, Regenerasi Kepemimpinan Demi Polri Presisi

29 Juli 2026 - 06:40 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!