Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 20 Jun 2026 14:38 WIB ·

Hak Rekam Medis Dipertanyakan, Keluarga Pasien Tuntut Keterbukaan RSIA Puri Bunda Madura


 Hak Rekam Medis Dipertanyakan, Keluarga Pasien Tuntut Keterbukaan RSIA Puri Bunda Madura Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – RSIA Puri Bunda Madura kini berada di bawah sorotan tajam. Seorang ibu yang sempat menjalani persalinan di fasilitas tersebut terpaksa harus kembali dibedah setelah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kejadian ini memicu keraguan serius keluarga atas kualitas penanganan medis yang diterima pasien sebelumnya.

Guna memperoleh kejelasan, pihak keluarga berhak meminta salinan rekam medis guna menelusuri riwayat perawatan dan tindakan yang telah dilakukan. Rizki, sepupu sekaligus kuasa hukum pasien QQ, menyatakan Humas RSIA Puri Bunda—yang hanya disebut dengan inisial S—telah mengonfirmasi lewat pesan WhatsApp bahwa dokumen bisa diambil setelah melengkapi persyaratan, termasuk surat kuasa resmi dari pasien.

“Kami sudah penuhi semua syarat, termasuk menyerahkan surat kuasa hukum. Namun saat datang langsung, rekam medis itu tidak juga diserahkan. Kami malah diarahkan menemui seseorang bernama F yang disebut juga sebagai Humas,” ungkap Rizki dengan nada kecewa.

Hingga kini dokumen yang diminta belum diterima, membuat prosedur terasa berbelit-belit dan tidak jelas. Rizki mempertanyakan alasan penundaan tersebut, padahal hak akses rekam medis dijamin undang‑undang.

“Kami hanya butuh bukti tertulis untuk menjawab kenapa pasien harus dioperasi lagi. Kalau syarat sudah lengkap, tidak ada alasan mempersulit. Ini soal nyawa dan nasib seseorang,” tegasnya.

Berita ini menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Sutrisno, Ketua Umum Lembaga Marmoyo Community yang dikenal aktif dalam gerakan sosial. Ia mengecam keras penanganan kasus ini dan menegaskan masalah semacam ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

“Kejadian ini harus disuarakan lantang hingga didengar pemerintah pusat. Kami menuntut pengawasan ketat: jangan izinkan rumah sakit atau puskesmas yang belum mumpuni, belum memiliki tenaga bersertifikat dan teruji, membuka layanan medis sembarangan. Jika hal ini dianggap remeh, korban akan makin banyak dan risikonya bisa jauh lebih fatal,” seru Sutrisno.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari manajemen RSIA Puri Bunda Madura terkait dugaan penanganan medis dan penolakan akses rekam medis tersebut. (Red)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari ke-13 Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Tindak 15 Kendaraan Besar Pelanggar Jam Operasional

7 November 2026 - 13:55 WIB

Sambut Hari Pahlawan 2026, Polrestabes Surabaya Pasang 1.000 Alarm Motor Gratis dan Bagikan Makan Siang

7 November 2026 - 13:47 WIB

Razia Gabungan di Gresik Jaring 29 Orang, Hasil Skrining Temukan Positif HIV dan Sifilis

7 November 2026 - 13:40 WIB

Ketua L KPK H. Suja’i Hadiri HUT ke-16 Metro Soerya, Dorong Media Profesional dan Kawal Transparansi Publik

7 November 2026 - 13:34 WIB

HUT ke-16 Metro Soerya, Kapolsek Kenjeran Tegaskan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

7 November 2026 - 08:29 WIB

Kapolda Jatim Silaturahmi ke PWM Gandeng Ulama Perkuat Kamtibmas dan Berantas Narkoba

6 November 2026 - 13:28 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!