Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 13 Jun 2026 14:58 WIB ·

LSM Trinusa Klaim Diintimidasi Saat Minta Klarifikasi Dugaan Pungutan Sekolah


 LSM Trinusa Klaim Diintimidasi Saat Minta Klarifikasi Dugaan Pungutan Sekolah Perbesar

Tangerang Selatan, Potretrealita.com – Audiensi antara DPD LSM Trinusa Banten dan pihak SMK Nusantara II Kesehatan di Kecamatan Ciputat Timur berakhir tanpa kesepahaman. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) itu digelar untuk meminta klarifikasi terkait dugaan pungutan terhadap peserta didik serta transparansi pengelolaan anggaran sekolah.

Ketua DPD LSM Trinusa Banten, Wahyudin, mengungkapkan bahwa pihaknya datang dengan membawa sejumlah data dan dokumen yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari pihak sekolah. Namun, suasana audiensi disebut berubah tegang setelah terjadi adu argumentasi yang berujung pada dugaan tindakan intimidatif dari sejumlah oknum internal sekolah.

“Kami datang membawa data dan meminta klarifikasi. Namun yang kami terima justru sikap emosional, bahasa yang tidak pantas, dan tindakan yang kami nilai sebagai intimidasi terhadap fungsi kontrol sosial masyarakat,” ujar Wahyudin.

Di tengah polemik tersebut, Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan diketahui telah menerbitkan Surat Nomor 400.3/447-CADIN Tangkotsel/2026 tertanggal 12 Juni 2026 tentang Teguran dan Permintaan Klarifikasi atas Laporan Masyarakat yang ditujukan kepada Kepala SMK Kesehatan Nusantara II.

Dalam surat tersebut, KCD meminta pihak sekolah memberikan penjelasan terkait dasar hukum, mekanisme, tujuan, serta pengelolaan dana yang dipungut dari peserta didik sebesar Rp100.000. Selain itu, sekolah juga diminta menghentikan sementara pengumpulan dana apabila belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga proses verifikasi selesai dilakukan.

KCD menegaskan bahwa setiap bentuk penggalangan dana yang melibatkan orang tua atau wali murid harus bersifat sukarela, transparan, akuntabel, tidak mengikat, dan tidak menimbulkan diskriminasi terhadap peserta didik yang tidak memberikan kontribusi.

Menurut Wahyudin, saat audiensi berlangsung pihak sekolah menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah selesai di tingkat KCD. Namun, terbitnya surat teguran dan permintaan klarifikasi tersebut menunjukkan bahwa proses pemeriksaan administratif masih berjalan dan belum dapat dianggap selesai.

LSM Trinusa menilai penolakan terhadap dialog terbuka serta adanya dugaan intimidasi dalam audiensi semakin memperkuat pentingnya pengawasan terhadap tata kelola pendidikan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Atas peristiwa tersebut, DPD LSM Trinusa Banten menyatakan akan menempuh langkah hukum dan administratif dengan melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum, Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Inspektorat, serta Dinas Pendidikan Provinsi Banten agar seluruh dugaan pelanggaran dapat diperiksa secara objektif sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami tidak akan berhenti hanya karena intimidasi. Justru ketika klarifikasi ditolak dan kritik direspons dengan kemarahan, publik berhak mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Kami akan mengawal persoalan ini hingga tuntas,” tegas Wahyudin.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMK Nusantara II Kesehatan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang disampaikan LSM Trinusa Banten maupun isi surat klarifikasi yang diterbitkan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari ke-13 Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Tindak 15 Kendaraan Besar Pelanggar Jam Operasional

7 November 2026 - 13:55 WIB

Sambut Hari Pahlawan 2026, Polrestabes Surabaya Pasang 1.000 Alarm Motor Gratis dan Bagikan Makan Siang

7 November 2026 - 13:47 WIB

Razia Gabungan di Gresik Jaring 29 Orang, Hasil Skrining Temukan Positif HIV dan Sifilis

7 November 2026 - 13:40 WIB

Ketua L KPK H. Suja’i Hadiri HUT ke-16 Metro Soerya, Dorong Media Profesional dan Kawal Transparansi Publik

7 November 2026 - 13:34 WIB

HUT ke-16 Metro Soerya, Kapolsek Kenjeran Tegaskan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

7 November 2026 - 08:29 WIB

Kapolda Jatim Silaturahmi ke PWM Gandeng Ulama Perkuat Kamtibmas dan Berantas Narkoba

6 November 2026 - 13:28 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!