Sampang, Potretrealita.com – Di tengah derasnya sorotan publik terhadap kinerja aparat penegak hukum, Kepala Kejaksaan Negeri Sampang, Mochamad Iqbal memilih turun langsung menjalin silaturrahmi dengan para ulama di Kabupaten Sampang.
Pada Rabu (13/05/2026), Kajari Sampang mendatangi kediaman KH. Izzat Makkie Hazat Iraqie dan KH. Midhat Madani di Pondok Pesantren Al Haramain Duwa’ Pote.
Kunjungan tersebut dinilai bukan sekadar agenda formalitas semata. Kehadiran orang nomor satu di Kejaksaan Negeri Sampang ke lingkungan pesantren dianggap sebagai bentuk nyata pendekatan humanis institusi hukum kepada tokoh agama dan masyarakat.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Kajari Sampang menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang harmonis antara aparat penegak hukum dengan ulama demi menjaga stabilitas sosial dan keamanan di Kabupaten Sampang.
Menurutnya, pondok pesantren dan para kyai memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan umat, membina moralitas masyarakat, hingga menjadi penyejuk di tengah berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah publik.
“Silaturahmi ini bukan hanya menjaga hubungan baik, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun sinergitas antara Kejaksaan dengan para ulama. Kami percaya, pesantren memiliki kekuatan moral besar dalam menjaga ketenteraman dan persatuan masyarakat,” tegas Kajari Sampang.
Langkah aktif Kajari Sampang turun langsung ke pesantren pun mendapat perhatian positif dari berbagai kalangan. Di saat sebagian pejabat memilih menjaga jarak dari masyarakat, pendekatan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Sampang dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi hukum.
Tidak hanya fokus pada penegakan aturan, Kejaksaan Negeri Sampang juga menunjukkan komitmen membangun pendekatan sosial dan keagamaan sebagai pondasi menciptakan wilayah yang aman, damai, dan kondusif.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi penguat kolaborasi antara ulama, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Sebab, ketika hukum berjalan berdampingan dengan nilai moral dan keagamaan, maka ketenteraman sosial bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan nyata yang hidup di tengah masyarakat.
Dengan terbangunnya komunikasi yang harmonis antara aparat dan ulama, Kabupaten Sampang diharapkan semakin kokoh dalam menjaga persaudaraan, keamanan, serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat secara menyeluruh. (Sujai)











