Bangkalan, Potretrealita.com – Suasana khidmat dan sarat makna menyelimuti kawasan Perombasan, Petapan Labang, Bangkalan, Rabu malam (11/2/2026). Madrasah An-Nuroin resmi menggelar Haflah Akhirussanah, momentum sakral yang menandai purnatugas para santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) setelah menempuh proses pendidikan dasar keagamaan.
Acara yang dipusatkan di halaman utama madrasah itu bukan sekadar seremoni perpisahan. Sejak selepas salat Isya, lantunan zikir dan doa menggema, menghadirkan atmosfer spiritual yang kuat di tengah ratusan jemaah yang memadati lokasi. Wali santri, tokoh agama, dan masyarakat sekitar tampak antusias menyaksikan prosesi kelulusan putra-putri mereka.
Puncak Haflah Akhirussanah tahun ini menghadirkan Pengajian Umum bersama ulama asal Surabaya, KH Ustman Yunus. Kehadiran dai kenamaan tersebut menjadi magnet tersendiri bagi warga yang haus akan siraman rohani.
Dalam tausiyahnya, KH Ustman Yunus menekankan pentingnya fondasi akhlak dan keteguhan iman di tengah arus perubahan zaman yang kian dinamis. Para santri diingatkan agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjaga nilai-nilai agama sebagai kompas kehidupan.
Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi solid di bawah pimpinan H. Ahmad Ali Rildo, dengan dukungan tokoh masyarakat setempat seperti Lr. Abd Hamid Humaidi, H. Abd Mun’im, dan H. Suhro Wardi. Kebersamaan tersebut menegaskan peran Madrasah An-Nuroin sebagai pilar pendidikan karakter dan spiritual di wilayah Petapan Labang.
Dalam sambutan tertulis melalui undangan resmi, pihak madrasah menyampaikan rasa syukur dan harapan besar kepada para hadirin.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Saudara/Kyai/Asatidz berkenan hadir untuk memberikan doa restu bagi para generasi penerus bangsa ini,” demikian kutipan sambutan tersebut.
Haflah Akhirussanah 2026 yang bertepatan dengan 22 Sya’ban 1447 H ini menjadi saksi perjuangan para guru dalam mendidik dan membimbing santri. Madrasah An-Nuroin berharap para lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi berakhlakul karimah sesuai visi besar lembaga.
Di bawah cahaya rembulan Bangkalan, satu babak pendidikan resmi ditutup. Namun bagi para lulusan, langkah panjang pengabdian dan perjuangan baru saja dimulai. (Mul)











