Surabaya, Potretrealita.com – Sejumlah warga Surabaya menjadi korban dugaan penipuan berkedok pinjaman online (pinjol) yang dilakukan oleh seorang wanita berinisial CL (Cleo). Hingga saat ini, total kerugian para korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, dengan keterlibatan akun aplikasi pinjaman Kredivo milik para korban.
Pada saat ini para korban pinjol telah melaporkan kejadian ini ke pihak Institusi Polrestabes Surabaya ( Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya ) Senin ( 26/1/2026 ) pada siang hari,guna penyelidikan yang lebih akurat.
Daftar Korban dan Kerugian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, para korban mengalami kerugian dengan nominal yang bervariasi.
Beberapa di antaranya adalah:
M. Yunus beserta istri: Mengalami kerugian lebih dari Rp12 juta.
Renata: Mengalami kerugian sebesar Rp14 juta.
Farah: Menjadi korban dengan angka kerugian tertinggi, yakni Rp16 juta.
Sumarji: Mengalami kerugian lebih dari Rp5 juta.
Terduga pelaku, Cleo, diketahui merupakan mantan karyawan di sebuah gerai ponsel “Las Vegas” yang berlokasi di daerah Ketintang, Surabaya. Informasi ini menjadi titik awal para korban mengenal pelaku sebelum akhirnya terjerat dalam urusan pinjaman online yang merugikan tersebut.
Para korban sejauh ini telah menunjukkan iktikad baik dengan melayangkan surat somasi sebanyak dua kali. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena pelaku tidak menunjukkan tanda-tanda tanggung jawab.
Penelusuran terakhir menunjukkan bahwa Cleo bertempat tinggal di Rusun Tanah Merah, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Namun, harapan korban untuk menemui pelaku di kediamannya pupus tanpa jejak.
Ketua RT Rusun Tanah Merah setempat mengonfirmasi bahwa terduga pelaku sudah tidak kooperatif. Bahkan, status tinggal pelaku di rusun tersebut sudah tidak memiliki kejelasan atau diduga telah berpindah tempat tanpa melapor,”ujarnya.
”Kami juga melakukan pendampingan pada korban pinjol untuk melapor ke Polrestabes Surabaya dan kami berharap pihak kepolisian segera bertindak dan menangkap terduga pelaku. Kami tidak ingin ada korban-korban baru yang jatuh karena ulah orang yang sama,” pungkasnya. (Red)











