Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 13 Jan 2026 05:38 WIB ·

Memilukan, Lansia Calon Haji di Sampang Tak Bisa Berangkat Karena Kendala Pendamping


 Memilukan, Lansia Calon Haji di Sampang Tak Bisa Berangkat Karena Kendala Pendamping Perbesar

Sampang, Potretrealita.com – Nasib kurang beruntung dialami Riskiyah, seorang lanjut usia (lansia) asal Dusun Bringin, Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, yang terdaftar sebagai calon jamaah haji tahun 2026. Ia terancam gagal berangkat ke Tanah Suci karena tidak memiliki pendamping untuk menjalankan ibadah haji.

Riskiyah tercatat memiliki nomor porsi 130223755 dan dijadwalkan berangkat pada musim haji 2026. Namun, lantaran kondisi fisiknya yang sudah renta, ia membutuhkan pendamping. Harapannya kini tertuju pada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang hingga pusat agar dapat diberi pendampingan.

Seorang warga sekitar mengungkapkan rasa prihatin atas kondisi yang dialami calon jamaah tersebut.

“Saya sangat terkejut dan merasa sedih ketika melihat beliau (Riskiyah) yang tidak jadi berangkat ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah karena tidak ada pendampingan,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Sementara itu, Norholis, anak dari Riskiyah, juga berharap pemerintah dapat membantu mewujudkan keberangkatan ibunya.

“Ibu saya sudah tua, saya berharap kepada Kemenag Sampang dan Kemenag Pusat dalam pengajuan pendampingan terhadap ibu saya bisa dikabulkan,” tuturnya.

Namun realitas mengatakan lain. Kepala Kementerian Haji dan Umrah, Saifuddin, membenarkan bahwa pengajuan pendampingan bagi Riskiyah tidak dapat dipenuhi karena sistem pendaftaran pendamping sudah ditutup sejak 29 Desember 2025.

“Kami sudah berupaya memaksakan melihat ibu Riskiyah sudah tua. Tapi mau bagaimana lagi, diajukan lewat sistem mental terus, tidak bisa, mungkin karena sudah ditutup,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, keluarga serta warga sekitar berharap adanya kebijakan atau solusi agar Riskiyah tetap dapat menunaikan rukun Islam yang kelima pada tahun ini. (Red)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Diduga Catut Foto dan Identitas, Akun TikTok @slundupan8625 Dilaporkan ke Polisi

22 September 2026 - 14:10 WIB

Pengajian Akbar Sedekah Bumi Desa Pabean Hadirkan Gus Iqdam, GSN Edukasi Bahaya Narkoba

22 September 2026 - 14:01 WIB

Kinerja Gemilang Berantas Narkoba, Satresnarkoba Polres Tanjung Perak Raih Penghargaan

22 September 2026 - 08:09 WIB

Tiga Polisi Terluka Saat Tangkap Pelaku Curanmor, Tersangka Ditembak di Kaki

22 September 2026 - 06:08 WIB

Lapas Narkotika Pamekasan Digerebek, Petugas Temukan 30 Barang Terlarang

22 September 2026 - 05:17 WIB

Kabel WiFi Menjuntai Diduga Picu Kecelakaan Maut, Mahasiswa UNESA Tewas di Mojokerto

22 September 2026 - 05:06 WIB

Trending di Mojokerto
error: Content is protected !!