Sampang, Potretrealita.com – Nasib kurang beruntung dialami Riskiyah, seorang lanjut usia (lansia) asal Dusun Bringin, Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, yang terdaftar sebagai calon jamaah haji tahun 2026. Ia terancam gagal berangkat ke Tanah Suci karena tidak memiliki pendamping untuk menjalankan ibadah haji.
Riskiyah tercatat memiliki nomor porsi 130223755 dan dijadwalkan berangkat pada musim haji 2026. Namun, lantaran kondisi fisiknya yang sudah renta, ia membutuhkan pendamping. Harapannya kini tertuju pada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang hingga pusat agar dapat diberi pendampingan.
Seorang warga sekitar mengungkapkan rasa prihatin atas kondisi yang dialami calon jamaah tersebut.
“Saya sangat terkejut dan merasa sedih ketika melihat beliau (Riskiyah) yang tidak jadi berangkat ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah karena tidak ada pendampingan,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Sementara itu, Norholis, anak dari Riskiyah, juga berharap pemerintah dapat membantu mewujudkan keberangkatan ibunya.
“Ibu saya sudah tua, saya berharap kepada Kemenag Sampang dan Kemenag Pusat dalam pengajuan pendampingan terhadap ibu saya bisa dikabulkan,” tuturnya.
Namun realitas mengatakan lain. Kepala Kementerian Haji dan Umrah, Saifuddin, membenarkan bahwa pengajuan pendampingan bagi Riskiyah tidak dapat dipenuhi karena sistem pendaftaran pendamping sudah ditutup sejak 29 Desember 2025.
“Kami sudah berupaya memaksakan melihat ibu Riskiyah sudah tua. Tapi mau bagaimana lagi, diajukan lewat sistem mental terus, tidak bisa, mungkin karena sudah ditutup,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, keluarga serta warga sekitar berharap adanya kebijakan atau solusi agar Riskiyah tetap dapat menunaikan rukun Islam yang kelima pada tahun ini. (Red)











