Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Jakarta · 7 Des 2025 10:02 WIB ·

Sungai Perbatasan Dipatok untuk Proyek Jembatan? Warga: Walikota Harus Turun Tangan!


 Sungai Perbatasan Dipatok untuk Proyek Jembatan? Warga: Walikota Harus Turun Tangan! Perbesar

Jakarta Barat, Potretrealita.com – Warga Kampung Rawa Bamban resah setelah mendapati aliran kali yang beralamat dijalan faliman jaya kp rawa bamban kelurahan jurumudi baru kecamatan benda kota tangerang, menjadi batas wilayah Jakarta Barat dan Kota Tangerang diduga diurug serta dipatok oleh oknum perusahaan. Lahan di sepanjang tepian kali disebut-sebut akan dijadikan jembatan demi kepentingan pihak tertentu.

Warga yang merasa hak akses dan fungsi kali terganggu langsung menolak kegiatan tersebut. Mereka menilai pengurugan kawasan perbatasan itu tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi merugikan lingkungan serta kepentingan publik.minggu.,07/12/25

Usman, warga Kampung Rawa Bamban yang akrab disapa Kampleng, mengatakan kegiatan pematokan dan pengurugan itu berlangsung tanpa sosialisasi kepada warga sekitar.

“Kali ini batas wilayah, bukan punya perusahaan. Kok bisa seenaknya dipatok dan diurug? Kami minta Walikota Jakarta Barat dan Walikota Tangerang segera turun tangan,” ujar Usman.

Menurutnya, dugaan proyek pembangunan jembatan tersebut bisa mengancam fungsi kali dan menimbulkan risiko banjir di kemudian hari. Ia menegaskan bahwa warga siap melaporkan masalah ini kepada pihak berwenang apabila tidak ada tindakan tegas dan menormalisasikan kembali.

“Kami warga di sini hidup dari akses kali dan ruang terbuka. Jangan sampai perusahaan ambil keuntungan, sementara masyarakat yang jadi korban,” tambahnya.

“kami berharap proyek jembatan yang sudah di stop, harus dinormalisasi dan dilebarkan kembali dan patok-patok yang masih tertanam dikali dicabut,.mereka yang berbuat mereka pula harus menormalisasikan dan mencabut patoknya., Sebelum terjadinya luapan air kali.”harapannya

Masyarakat Kampung Rawa Bamban menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal persoalan ini agar tidak ada kepentingan bisnis yang menguasai ruang publik dan fasilitas umum. (Red)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ramadhan Penuh Berkah, Mediabarometer.net Santuni Anak Yatim dan Dhuafa di Kedung Cowek Surabaya

11 Maret 2026 - 16:55 WIB

Ungkap Kasus Narkoba dan Raih WBK, Personel Polres Sampang Terima Penghargaan

11 Maret 2026 - 16:48 WIB

Buka Puasa Bersama Karyawan, AMDK Labini Resmikan Lini Usaha Baru Muba Trans di Pamekasan

11 Maret 2026 - 15:31 WIB

Spiritual Leadership di Bulan Ramadan: Dr. Akhmad Fauzi Sayuti Ajak Bangun SDM Berintegritas

11 Maret 2026 - 15:12 WIB

Polisi Penjaga Korporasi: Menggugat Dehumanisasi Masyarakat Adat Dayak oleh Polri

11 Maret 2026 - 08:17 WIB

Pengkhianatan di Kemuning: Saat Moncong Senjata Preman dan Oknum Aparat Membungkam Program Nasional Presiden

10 Maret 2026 - 16:38 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!