Gresik, potretrealita.com – Malam puncak Kirab Budaya di Desa Menganti, Kabupaten Gresik, pada Sabtu (31/10/2026), diwarnai tindakan tegas aparat kepolisian. Di tengah kemeriahan parade yang diiringi dentuman keras sound horeg, Polsek Menganti menciduk empat orang terduga pelaku pelanggaran hukum, termasuk seorang pengedar minuman keras ilegal keliling.
Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (1/11/2026) siang. Menurutnya, dari empat orang yang digelandang ke kantor polisi, satu di antaranya kedapatan berdagang alkohol secara sembunyi-sembunyi di sekitar lokasi acara. Sementara tiga orang lainnya diamankan akibat terlibat keributan dan pengerusakan fasilitas umum.
”Total ada empat orang yang kami amankan. Salah satunya merupakan pedagang miras keliling yang menjajakan barangnya secara eceran,” ungkap Arif.
Operasi penangkapan ini bermula dari kejelian personel di lapangan yang curiga terhadap gelagat seorang pria di dekat area lapangan sepak bola Desa Menganti—titik pusat keramaian kegiatan. Melihat gerak-gerik yang mencurigakan saat acara berlangsung sekitar pukul 23.15 WIB, petugas langsung bergerak cepat. Berdasarkan instruksi pimpinan, anggota kepolisian yang berjaga segera mendekati dan menggeledah terduga pelaku.
Identitas penjual miras keliling tersebut diketahui berinisial DCR (36), warga asal Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu botol kemasan 500 mililiter berisi arak Bali serta uang tunai Rp390.000 yang diduga hasil penjualan ilegal malam itu. Pelaku bersama barang buktinya lantas digiring ke Mapolsek Menganti untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kendati fokus utama aparat pada malam itu terpecah untuk mengamankan jalannya tradisi budaya serta mengurai kemacetan lalu lintas, pihak kepolisian menduga kuat masih ada praktik peredaran gelap serupa di sekitar lokasi. Namun, prioritas pengamanan massa tetap menjadi kendala utama penyisiran menyeluruh di area tersebut.
”Indikasi peredaran lain sebenarnya ada, tetapi karena konsentrasi personel tersita untuk pengamanan kegiatan dan pengaturan arus kendaraan, kami belum bisa menyasar ke sana secara maksimal,” pungkasnya. (Mul)











