Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 28 Okt 2026 12:59 WIB ·

LSM Trinusa Sulsel Soroti Pelayanan Dinas ESDM, Siap Laporkan Dugaan Monopoli WPR ke APH


 LSM Trinusa Sulsel Soroti Pelayanan Dinas ESDM, Siap Laporkan Dugaan Monopoli WPR ke APH Perbesar

Makassar, potretrealita.com — 28/10/2026. Pelayanan publik di lingkup instansi pemerintah kembali menuai sorotan tajam. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM Triga Nusantara Indonesia (Trinusa) Sulawesi Selatan secara resmi melayangkan kecaman keras terhadap buruknya kualitas pelayanan serta rendahnya transparansi di *Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Selatan*.

Ketua DPW LSM Trinusa Sulsel, Drs. Sadikin, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sikap tidak profesional yang ditunjukkan oleh birokrasi dinas tersebut terhadap kedatangan lembaga kontrol sosial yang membawa aspirasi masyarakat terkait permohonan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

*Kronologi Kunjungan: Pelayanan Buruk dan Kehadiran “Orang Luar” yang Mencurigakan*

Drs. Sadikin membeberkan kronologi lengkap ihwal kedatangan pihaknya ke Kantor Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan yang berujung pada perlakuan tidak menyenangkan.

Pada kunjungan awal, pihak LSM Trinusa belum berhasil menemui pejabat terkait dengan alasan kesibukan di luar kantor.

Namun, pada kunjungan pekan berikutnya, rombongan DPW LSM Trinusa Sulsel diterima oleh seorang pegawai wanita di ruang tamu saat bermaksud mengkoordinasikan aspirasi terkait pertambangan rakyat.

Pegawai tersebut sempat menyatakan akan menyampaikan maksud kedatangan tersebut kepada Kepala Bidang (Kabid) yang menangani sektor pertambangan.

Namun, alih-alih mendapatkan kepastian pelayanan setelah menunggu sekitar 10 menit, situasi berubah janggal.

Pegawai yang bersangkutan kembali menemui rombongan dan menyampaikan alasan yang kontradiktif bahwa sang Kabid sedang melaksanakan rapat pansus di Jakarta.

Kejanggalan semakin memuncak ketika sosok yang keluar menemui dan menghadapi perwakilan LSM Trinusa justru *bukan merupakan pejabat atau pegawai resmi Dinas ESDM*, melainkan *oknum warga sipil dari luar instansi* yang dinilai sangat memahami teknis pertambangan.

“Kami datang secara baik-baik membawa mandat aspirasi masyarakat penambang rakyat. Namun yang kami temui justru pelayanan yang sangat buruk dan tidak profesional. Awalnya dikatakan Kabid sedang rapat pansus di Jakarta, tetapi yang kemudian menemui kami justru orang luar yang bukan pegawai dinas, namun sok tahu soal urusan tambang dan bernada mengintimidasi,” tegas Drs. Sadikin.

Keberadaan pihak non-pegawai yang ikut campur dan diduga melontarkan intimidasi verbal di dalam instansi pemerintahan ini memicu kecurigaan besar akan adanya “orang dalam” atau makelar birokrasi yang memonopoli akses informasi di Dinas ESDM Sulsel.

*Indikasi Monopoli WPR dan Langkah Tegas ke APH*

LSM Trinusa Sulsel menduga kuat ada praktik tebang pilih, ketertutupan informasi, serta indikasi monopoli dalam pengelolaan dan penetapan WPR di Sulawesi Selatan, yang sengaja menutup ruang bagi masyarakat kecil untuk memperoleh IPR secara legal, adil, dan transparan.

Melihat bobroknya standar pelayanan publik serta dugaan keterlibatan pihak luar di lingkungan kantor pemerintah, DPW LSM Trinusa Sulawesi Selatan menegaskan tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah hukum formal.

“Karena tidak ada niat baik, keterbukaan, serta jawaban resmi yang profesional dari Dinas ESDM Provinsi Sulsel, kami pastikan *LSM Trinusa DPW Sulsel akan segera melayangkan laporan dan aduan resmi kepada Aparat Penegak Hukum (APH)*.

Langkah ini harus diusut tuntas agar tidak ada lagi praktik-praktik kotor yang merugikan hak-hak masyarakat penambang di Sulawesi Selatan,” pungkas *Drs. Sadikin*. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolda Jatim Tegaskan Serikat Pekerja Mitra Strategis Polri, Komitmen Jaga Lapangan Kerja Lewat Program Poliran

28 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Bareskrim Bongkar Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

28 Oktober 2026 - 13:12 WIB

NGO Werwer Tetap Demo di Polres Pamekasan, Desak Usut Perusakan Indomaret dan Dugaan Pengancaman

28 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Polri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan, Rawat Demokrasi, dan Bijak Bermedsos

28 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Tanjung Perak Setorkan 1 Ton Jagung ke Bulog

28 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Polda Jatim Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Gaungkan Semangat Jogo Omah

28 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!