Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Kriminal · 18 Okt 2026 13:21 WIB ·

Anak Disabilitas 10 Tahun Tewas di Rungkut Surabaya, Keluarga Desak Polisi Usut Dugaan Penganiayaan dan Perundungan


 Anak Disabilitas 10 Tahun Tewas di Rungkut Surabaya, Keluarga Desak Polisi Usut Dugaan Penganiayaan dan Perundungan Perbesar

Surabaya, potretrealita.com – Tragedi memilukan menimpa seorang anak penyandang disabilitas berinisial Z (10) di kawasan Rungkut, Surabaya. Korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, 12 September 2026. Peristiwa tersebut memunculkan dugaan adanya penganiayaan dan perundungan berulang yang kini menjadi perhatian pihak keluarga.

Korban diketahui memiliki sejumlah kondisi medis bawaan, di antaranya down syndrome, kelainan jantung bocor, dan katarak. Korban juga disebut tidak dapat berbicara maupun berjalan sehingga sehari-hari membutuhkan kursi roda untuk beraktivitas.

Kondisi tersebut membuat korban menjadi bagian dari kelompok anak yang sangat rentan terhadap kekerasan dan membutuhkan perlindungan khusus dari lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Lehernya dilaporkan terjerat tali sepatu, sementara mulutnya dipenuhi busa putih yang diduga berasal dari sabun colek.

Keluarga menyebut hasil pemeriksaan awal turut menemukan cairan yang diduga sabun colek di dalam saluran pencernaan korban. Temuan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu didalami lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Rekaman CCTV Jadi Bahan Penelusuran Keluarga

Keluarga kemudian melakukan penelusuran secara mandiri melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari rekaman tersebut, menurut keterangan keluarga, terlihat dua anak tetangga mendatangi kediaman korban pada waktu tertentu.

Meski demikian, keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam peristiwa yang menyebabkan kematian korban masih perlu dipastikan melalui penyelidikan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian tersebut, mereka pernah menemukan kondisi yang dinilai mencurigakan pada diri korban. Di antaranya, tali tambang yang berada di area pundak atau leher korban serta tubuh korban yang dipenuhi pasir.

Temuan-temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran keluarga mengenai kemungkinan adanya tindakan perundungan atau kekerasan yang terjadi berulang kali. Namun, rangkaian kejadian itu tetap memerlukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan hubungan dengan kematian korban.

Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga mendesak Polrestabes Surabaya dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) agar mengusut kasus ini secara menyeluruh, transparan, adil, dan profesional.

Keluarga berharap seluruh bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk rekaman CCTV, hasil pemeriksaan medis, keterangan saksi, serta temuan lain di lokasi kejadian, dapat diperiksa secara cermat untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Penanganan perkara ini juga diharapkan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak serta memberikan perlindungan terhadap seluruh pihak yang masih berstatus anak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda kekerasan terhadap anak, terlebih anak penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan untuk menyampaikan pengalaman atau meminta pertolongan.

Pengawasan lingkungan, kepedulian keluarga, serta respons cepat dari lembaga terkait menjadi bagian penting dalam mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Keluarga berharap kepergian Z tidak berlalu tanpa kejelasan. Mereka meminta agar penyebab kematian korban diungkap berdasarkan bukti dan proses hukum yang objektif, sehingga kebenaran dapat terungkap dan hak-hak korban tetap mendapatkan perhatian. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tragis! Kecelakaan Rombongan Suporter PSS Sleman di Tol Ngawi-Kertosono, 4 Orang Meninggal Dunia

18 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Mobil Xenia B 1960 ZMG Terbakar di Sampang, Diduga Api Menyambar Tangki BBM Modifikasi

18 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Polres Bangkalan Gerebek Bilik Diduga Tempat Pesta Sabu di Socah, Bangunan Liar Dibakar

18 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Polres Situbondo Razia Tempat Hiburan Malam, Dua Klip Diduga Sabu Disita

17 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Pererat Sinergi dengan Ulama, Kapolri Sambangi Rais Aam PBNU di Ponpes Miftachussunah

17 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Kapolres Pasuruan Sambangi Rumah Duka Korban Karhutla TNBTS, Serahkan Santunan kepada Keluarga

17 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!