Surabaya, Potretrealita.com – Penyelidikan kasus kematian Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Ruly Yuni Setiawati (50), yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026), terus bergulir. Hingga kini, aparat kepolisian masih berupaya mengungkap penyebab pasti kematian korban sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.
Di tengah proses penyelidikan, publik dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi sekitar 33 detik pada Minggu (28/6/2026) sore. Video tersebut menampilkan kolase foto dan rekaman singkat yang memperlihatkan kebersamaan Ruly dengan seorang pria yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membenarkan bahwa perempuan dalam video tersebut adalah Ruly Yuni Setiawati. Menurutnya, pria yang terlihat bersama korban memiliki kemiripan dengan sosok pengemudi mobil dinas yang sebelumnya terekam kamera CCTV saat kendaraan memasuki kawasan Bandara Juanda.
“Dari ciri-ciri fisik, terdapat kesesuaian pada rambut, kacamata, lebar dahi, hingga kaus yang dikenakan pria itu. Kaus biru dengan garis merah putih di bagian dada terlihat jelas dalam rekaman,” ujar Risang.
Meski demikian, Risang mengaku belum mengetahui asal-usul foto maupun video yang beredar tersebut. Ia menjelaskan bahwa rekaman itu diperolehnya dari rekan-rekan media karena dirinya tidak memiliki akun TikTok. Ia juga tidak menutup kemungkinan bahwa foto-foto tersebut berasal dari ponsel milik korban.
Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya menegaskan belum dapat memastikan apakah pria dalam video tersebut merupakan sosok yang diduga berkaitan langsung dengan kematian Ruly.
“Kami tidak bisa menyatakan bahwa pria itu adalah pelaku. Semua masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait beredarnya video tersebut. Penyidik masih memfokuskan penyelidikan pada pengungkapan penyebab kematian korban melalui analisis forensik, pemeriksaan saksi-saksi, serta pengumpulan alat bukti lainnya.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat karena korban diketahui menjabat sebagai sekretaris di lingkungan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan. Publik kini menantikan hasil penyelidikan kepolisian, termasuk kepastian mengenai identitas pria yang terekam bersama korban sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi. (Mul)











