Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 11 Mei 2026 12:45 WIB ·

Diduga Keracunan MBG, 200 Siswa di Tembok Dukuh Surabaya Alami Mual dan Muntah


 Diduga Keracunan MBG, 200 Siswa di Tembok Dukuh Surabaya Alami Mual dan Muntah Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di kawasan Tembok Dukuh, Kota Surabaya, mengalami gejala keracunan makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026) siang. Dari ratusan siswa terdampak, sebagian di antaranya mendapatkan perawatan di RS Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg. Tiyas Pranadani, menyebutkan dugaan keracunan mengarah pada makanan MBG karena seluruh siswa yang terdampak menerima distribusi makanan dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.

“Ada beberapa sekolah dari satu SPPG itu memang semua yang dikirimi makanan ini mengeluh. Hampir semuanya mengeluh,” ujarnya di lobby RS IBI Surabaya.

Menurut Tiyas, laporan awal diterima sekitar pukul 09.00 WIB dari pihak sekolah yang melaporkan adanya sejumlah siswa mengalami gejala keracunan dan dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Ia menambahkan, jumlah korban masih bersifat sementara karena proses pendataan terus dilakukan oleh petugas kesehatan di lapangan.

“Datanya masih belum fix, masih ada laporan yang kami hitung ulang,” jelasnya.

Dari pantauan di RS IBI Surabaya, terlihat sejumlah siswa antre di pusat pelayanan informasi untuk menyerahkan data nama dan asal sekolah sebelum diperbolehkan pulang usai menjalani pemeriksaan medis.

Mayoritas siswa mengalami gejala ringan seperti mual, muntah, pusing, dan lemas. Meski demikian, hingga Senin siang belum ada laporan siswa yang harus menjalani rawat inap.

“Ada sekitar 100 siswa yang dibawa ke RS IBI, sementara lainnya ditangani langsung di sekolah oleh tim puskesmas. Karena gejalanya masih ringan, masih memungkinkan ditangani di tempat,” tambah Tiyas.

Selain mendatangi sekolah-sekolah terdampak, pihak Puskesmas Tembok Dukuh juga menerima sejumlah siswa yang datang langsung bersama orang tua maupun pihak sekolah untuk mendapatkan penanganan.

“Alhamdulillah semuanya gejalanya masih ringan,” pungkasnya. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Pertama Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Polres Tanjung Perak Kedepankan Edukasi dan Keselamatan Berlalu Lintas

26 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Polrestabes Surabaya Gerebek Kos di Bogen, 40 Paket Sabu Siap Edar Diamankan

26 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Tanggap Kemarau Panjang, Polres Sampang Distribusikan 120 Ribu Liter Air Bersih

26 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Polri Bergerak! 200 Personel Brimob Diterjunkan Padamkan Karhutla di Kaltim dan Kalteng

26 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Lewat Minggu Kasih, Kapolres Tanjung Perak Ajak Jemaat Gereja Bijak Bermedia dan Jaga Kerukunan

26 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Razia Malam Polres Pacitan, 10 Pasangan Terjaring Pemeriksaan di Empat Lokasi

26 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!