Sampang, Potretrealita.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sampang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika dengan berhasil menangkap seorang bandar sabu yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus 3 kilogram sabu.
Kapolres Sampang AKBP Hartono S.Pd., MM mengungkapkan, penangkapan tersangka dilakukan pada Sabtu, 7 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 WIB di wilayah Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
“Tersangka berinisial S, warga Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, merupakan bandar narkotika jenis sabu yang telah lama kami buru karena keterlibatannya dalam jaringan peredaran sabu skala besar,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (10/4/2026).
Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya pada 22 Februari 2026, di mana petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 3 kilogram. Dari hasil penyelidikan lanjutan, polisi berhasil mengidentifikasi jaringan yang terlibat hingga akhirnya menangkap tersangka yang telah ditetapkan sebagai DPO.
Saat dilakukan penangkapan, petugas menemukan barang bukti berupa satu unit handphone merk OPPO A58 warna hitam lengkap dengan kartu SIM yang digunakan tersangka sebagai sarana komunikasi dalam menjalankan aksinya. Barang bukti tersebut ditemukan di saku baju sebelah kanan tersangka.
Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti langsung diamankan ke kantor Satresnarkoba Polres Sampang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan dalam KUHP terbaru, dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.
Kapolres Sampang menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan narkoba yang lebih luas.
“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Pengembangan akan terus dilakukan untuk membongkar jaringan di atasnya maupun yang terkait lainnya, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya. (Sujai)











