Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 4 Apr 2026 17:18 WIB ·

Tradisi Tahlilan Berujung Petaka, 26 Warga Sidodadi Alami Gejala Keracunan


 Tradisi Tahlilan Berujung Petaka, 26 Warga Sidodadi Alami Gejala Keracunan Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – 4 April 2026. Suasana duka di kawasan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya, berubah menjadi kepanikan setelah puluhan warga diduga mengalami keracunan massal seusai mengonsumsi nasi berkat dari acara peringatan tujuh hari meninggalnya seorang tetangga. Hingga Sabtu pagi, tercatat 26 warga mengeluhkan kondisi lemas dengan tingkat keparahan berbeda.

Ketua RT 07 RW 01, Arif, menjelaskan bahwa acara tahlilan berlangsung pada Selasa (31/3). Sehari setelahnya, seorang warga mulai merasakan gejala lemas dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat. Namun jumlah korban terus bertambah.

“Kemudian hari Jumat, itu makin banyak yang mengeluh lemas, sampai 20-an orang. Mereka habis mengonsumsi nasi berkat. Tapi waktu acara pengajian, saya makan di lokasi, nggak merasa lemas,” kata Arif, Sabtu (4/4).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Surabaya, Linda Novanti, membenarkan adanya insiden dugaan keracunan tersebut. Ia menyebutkan, empat orang harus dirawat di rumah sakit, sementara 18 lainnya menjalani rawat jalan.

“Betul. Saat ini ada empat warga dirawat di rumah sakit. Sedangkan 18 orang lainnya sudah rawat jalan,” ujarnya.

Gejala yang dialami warga umumnya berupa rasa lemas tanpa muntah, sehingga sempat menimbulkan kebingungan apakah benar terkait makanan berkat yang dikonsumsi. Korban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Tradisi tahlilan yang biasanya menjadi ajang kebersamaan kini menyisakan trauma bagi sebagian warga. Kekhawatiran muncul karena nasi berkat merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Jawa, yang sering dibagikan sebagai simbol doa dan kebersamaan.

Pihak kelurahan bersama BPBD Surabaya kini melakukan pemantauan intensif. Dinas Kesehatan diharapkan segera melakukan uji laboratorium terhadap makanan berkat untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Hasil pemeriksaan akan menjadi kunci untuk meredakan keresahan warga dan mencegah kejadian serupa.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan pangan dalam tradisi sosial harus diperhatikan secara serius. Kebersamaan memang bernilai tinggi, tetapi keselamatan warga tidak boleh dikorbankan. Penanganan cepat, investigasi transparan, dan komunikasi jelas dari pihak berwenang akan menentukan apakah kepercayaan publik dapat dipulihkan atau justru semakin terkikis. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cafe Zona Surabaya Disorot: Dugaan Tak Bayar THR, PHK Sepihak, hingga Izin Minuman Beralkohol Bermasalah

5 April 2026 - 23:51 WIB

Asap Hitam Yang Pekat di Bunguran: Pembakaran Limbah Plastik Diduga Langgar Hak Konstitusional Warga

5 April 2026 - 14:12 WIB

Halal Bihalal Alumni SMPN 27 Surabaya di Kaza Mall, Pererat Silaturahmi Lintas Angkatan

5 April 2026 - 14:07 WIB

Satgas Pangan Polres Magetan Pastikan Harga Bapokting Stabil Pasca Lebaran, Stok Aman dan Terkendali

5 April 2026 - 14:03 WIB

Kapolres Mojokerto Kota Turun Langsung Patroli, 150 Personel Disiagakan Amankan Perayaan Paskah 2026

5 April 2026 - 13:59 WIB

Operasi Ketupat Semeru 2026 di Tanjung Perak Sukses, Kecelakaan Turun 42,86 Persen, Nihil Korban Jiwa

5 April 2026 - 13:55 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!