Surabaya, Potretrealita.com — Malam takbiran Idulfitri 1447 H seharusnya menjadi momen penuh suka cita. Jalanan Surabaya dipenuhi gema takbir, anak-anak berlarian membawa kembang api, dan keluarga berkumpul menyambut hari kemenangan. Namun, di tengah suasana hangat itu, tragedi justru menyelimuti Jalan Dupak.
Dua remaja menjadi korban pembacokan brutal. Senjata tajam yang seharusnya tak pernah muncul di malam penuh doa itu, justru melukai mereka hingga mengalami luka serius. Keheningan seketika menggantikan riuh takbir, meninggalkan trauma mendalam bagi warga sekitar.
Polisi bergerak cepat. Tim Unit Reskrim Polsek Bubutan melakukan pelacakan intensif, menelusuri jejak para pelaku yang berusaha bersembunyi. Rabu malam, 25 Maret 2026, ketiga tersangka akhirnya ditangkap di sebuah rumah di Jalan Sentong, Bibis, Tandes. Mereka adalah PRH (20), montir bengkel; TFT (18), kurir paket; dan RAB (20), ojek online.
Kapolsek Bubutan menegaskan, motif pembacokan masih dalam penyelidikan. Dugaan dendam pribadi atau konflik kelompok menjadi fokus utama. Namun bagi masyarakat, yang terpenting adalah rasa aman kembali hadir setelah pelaku berhasil diamankan.
Kini, ketiga tersangka mendekam di tahanan. Sementara itu, warga Surabaya berharap peristiwa kelam di malam takbiran ini menjadi pelajaran berharga: bahwa kebersamaan dan kedamaian harus dijaga, agar tak lagi ternodai oleh tindakan kekerasan. (Mul)











