Pasuruan, Potretrealita.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dewan Pimpinan Cabang Trinusa Kabupaten Pasuruan menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kualitas Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Dapur SPPG 2 Polres Pasuruan, Kecamatan Wonorejo 7 Maret 2026
Ketua LSM Trinusa Kabupaten Pasuruan, Erik, menegaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari wali murid Yayasan Siti Khodijah mengenai menu MBG yang disajikan pada Kamis, 5 Maret 2026. Dalam laporan tersebut, ditemukan buah jeruk yang kondisinya hampir busuk, sehingga menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran akan dampak terhadap kesehatan anak-anak penerima program.
“Program MBG adalah gagasan mulia Presiden Prabowo untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Namun, jika yang diberikan justru buah yang hampir busuk, hal ini berpotensi menimbulkan gizi buruk, bukan memperbaiki gizi,” ujar Erik.
LSM Trinusa menilai kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pengelola dapur MBG, khususnya SPPG 2 Wonorejo. Pengawasan terhadap distribusi dan standar kelayakan pangan perlu diperketat agar makanan yang dibagikan benar-benar layak konsumsi dan sesuai dengan tujuan program nasional.
“Sebagai program yang menggunakan anggaran negara, kualitas dan keamanan makanan adalah aspek krusial yang tidak boleh diabaikan. Kami berharap pihak terkait memiliki hati nurani dan komitmen untuk memberikan menu bergizi yang layak bagi anak-anak sekolah,” tambah Erik.
Hingga berita ini disampaikan, Kepala MBG SPPG 2 Polres Pasuruan, Nabila, belum memberikan tanggapan meski konfirmasi telah dilakukan melalui pesan WhatsApp. (Red)











