Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 2 Mar 2026 07:12 WIB ·

Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk Tambang Emas Ilegal di Madina, Sempat Diintervensi


 Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk Tambang Emas Ilegal di Madina, Sempat Diintervensi Perbesar

Medan, Potretrealita.com – Polda Sumatera Utara mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator yang diduga akan digunakan untuk aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (2/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Penindakan tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Ditreskrimsus Polda Sumut bersama Satuan Brimob Polda Sumut di kawasan yang diduga menjadi jalur masuk menuju lokasi tambang ilegal.

Dua ekskavator itu diduga akan dibawa ke dua titik pertambangan emas ilegal yang berada di Desa Muara Batang Angkola dan Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.

Menurut informasi yang dihimpun, saat proses pengamanan alat berat berlangsung, petugas di lapangan sempat mendapat intervensi dari pihak tertentu. Kondisi tersebut membuat proses penindakan dan evakuasi barang bukti sedikit terhambat.

“Iya, benar personel berada di lokasi. Namun kami mendapat upaya-upaya intervensi,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Ferry Walintukan, Senin (2/3/2026).

Diketahui, lokasi pertambangan ilegal tersebut berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) wilayah KPH 8, Kabupaten Mandailing Natal. Aktivitas pengerukan hutan diduga telah berlangsung selama kurang lebih dua pekan terakhir.

Awalnya, warga memantau keberadaan lima unit ekskavator yang bekerja di area tersebut. Namun dalam waktu singkat, jumlah alat berat yang masuk ke lokasi dilaporkan terus bertambah, memicu kekhawatiran akan kerusakan lingkungan yang semakin meluas.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas tambang emas ilegal tersebut serta menelusuri dugaan adanya pihak yang mencoba menghalangi proses penegakan hukum. (Red)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satlantas Polres Gresik Luncurkan SIM Santri Trendi, Layanan Khusus Ramadan untuk Ratusan Pesantren di Kota Wali

2 Maret 2026 - 07:24 WIB

DPAC Simokerto Ikut Menghadiri Acara Rutinan Madas Sedarah di Kediaman Ketua DPC Surabaya

2 Maret 2026 - 00:37 WIB

Dukung Program Akselerasi Menteri, Lapas Narkotika Pamekasan Gelar Razia Bersama TNI

1 Maret 2026 - 13:33 WIB

Penahanan Moh. Toha Diperpanjang, Kuasa Hukum Desak Polres Bangkalan Kedepankan Restorative Justice

28 Februari 2026 - 18:04 WIB

Rusia Memanggil Kaum Muda Dunia, Menyongsong International Festival of Youth 2026 di Ekaterinburg

28 Februari 2026 - 14:54 WIB

Wilson Lalengke Berikan Pandangan tentang Hubungan Indonesia–Rusia dalam Wawancara Televisi Rusia

28 Februari 2026 - 14:51 WIB

Trending di Jakarta
error: Content is protected !!