Situbondo, Potretrealita.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Walisongo Situbondo memberangkatkan sebanyak 151 bus rombongan ziarah makam Wali Songo, Kamis (29/1/2026) pagi. Pemberangkatan dilakukan langsung dari halaman Ponpes Walisongo Situbondo dan diikuti ribuan santri serta jamaah.
Rombongan ziarah dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Walisongo, KH R. Moh. Kholil As’ad. Sejak pagi hari, kawasan pesantren tampak dipadati para peserta yang antusias mengikuti kegiatan ziarah religi dengan penuh khidmat.
KH R. Moh. Kholil As’ad menyampaikan bahwa ziarah makam Wali Songo merupakan bagian dari tradisi pesantren dalam menanamkan nilai-nilai spiritual, mengenang sejarah perjuangan dakwah Islam, serta meneladani akhlak para ulama penyebar Islam di Nusantara.
“Ziarah ini bukan sekadar perjalanan, tetapi sarana untuk memperkuat keimanan, mengenang jasa para wali, serta menumbuhkan rasa cinta kepada ulama dan perjuangan Islam,” ujar KH R. Moh. Kholil As’ad.
Menariknya, pemberangkatan dan perjalanan rombongan ziarah ini turut mendapat dukungan dari komunitas Bonek. Sejumlah panitia Bonek Bersholawat hadir sebagai bentuk dukungan spiritual sekaligus memohon doa restu atas kegiatan yang mereka gelar.
Beberapa panitia Bonek Bersholawat menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan. Tahun 2026 ini menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan peringatan 1 dekade atau 10 tahun Bonek Bersholawat. Selain melantunkan sholawat, mereka juga turut mengawal keberangkatan dan kedatangan rombongan ziarah Ponpes Walisongo Situbondo bersama KH R. Moh. Kholil As’ad.
Sebanyak 151 bus diberangkatkan secara bertahap dengan pengaturan yang tertib demi menjaga kelancaran serta keselamatan seluruh peserta. Rombongan dijadwalkan mengunjungi makam para Wali Songo yang tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.
Kegiatan ziarah religi ini rutin digelar oleh Ponpes Walisongo Situbondo dan selalu mendapat sambutan antusias dari santri dan jamaah. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan spiritual, ukhuwah Islamiyah, serta sinergi antara pesantren dan elemen masyarakat. (gus)











