Tanjungperak, Potretrealita.com – Rangkaian kegiatan Majelis Dzikir, Maulidurrosul SAW, dan Haul Akbar Tahun 2026 di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, berlangsung khidmat.
Meski dipadati ribuan jamaah dari berbagai daerah, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta arus lalu lintas terpantau aman dan lancar berkat pengamanan ketat dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama TNI dan Pemkot Surabaya
Kegiatan akbar ini berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (24/1/2026) dan Minggu (25/1/2026). Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, hadir langsung untuk memimpin dan memastikan kesiapan personel di lapangan.
Guna mengantisipasi lonjakan massa, Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengerahkan kekuatan penuh dengan dukungan dari TNI dan Satpol PP. Tercatat, sebanyak 159 personel kepolisian diterjunkan pada hari pertama, dan 93 personel pada hari kedua.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak melalui Kasi Humas, Iptu Suroto, menegaskan bahwa fokus utama pengamanan adalah memberikan rasa aman kepada jamaah sekaligus menjaga kelancaran aktivitas warga sekitar.
“Polres Pelabuhan Tanjung Perak melaksanakan pengamanan Haul Akbar Pondok Pesantren Al Fithrah Surabaya guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan dengan aman, tertib, dan khidmat,” ujar Iptu Suroto, Minggu (25/1).
Untuk memaksimalkan pengawasan, petugas menerapkan strategi pengamanan berlapis yang dibagi menjadi tiga zona atau Ring. RING I berfokus di dalam area Ponpes Al-Fitrah, RING II .eliputi depan pintu masuk Ponpes, sepanjang Jalan Kedinding Lor, Parkiran Jalan Dukuh Bulak, Simpang Tiga Jalan Tanah Merah, hingga Parkiran VIP dan Samping Ponpes.
Sementara pengamanan di RING III, mencakup Simpang 4 Jalan Dukuh Bulak Banteng, Jalan Randu, akses JPO SMA 19, Penyebrangan Jalan Nambangan, area parkir JLLT, hingga jalur lambat dan cepat di sekitar Pos Suramadu dan Underpass sisi Timur.
“Pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan menempatkan personel di titik-titik strategis, baik di area pondok pesantren, jalur kedatangan dan kepulangan jamaah, hingga lokasi rawan kepadatan,” tambah Suroto.
Selain keamanan fisik, pengaturan lalu lintas menjadi prioritas mengingat lokasi acara yang berdekatan dengan akses Jembatan Suramadu. Petugas melakukan pengaturan intensif dengan memberlakukan pola penarikan arus.
Meski volume kendaraan meningkat, arus lalu lintas dari Surabaya menuju Madura tetap dibuka. Pola penarikan arus dilakukan secara situasional sebagai langkah antisipasi untuk mengurai kepadatan, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berarti.
“Upaya ini merupakan bentuk komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Alhamdulillah, berkat pengamanan dan pengaturan yang optimal, kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif,” tutupnya. (Mul)











