Gresik, Potretrealita.com — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik kembali melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan zona merah tepatnya di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina, Kamis siang. Penertiban berlangsung cukup tegang dan sempat diwarnai adu argumen antara pedagang dan petugas.
Keramaian terlihat di sepanjang trotoar depan RSUD Ibnu Sina, Jalan Raya Gresik–Babat, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Sejumlah personel Satpol PP menertibkan pedagang bakso yang nekat berjualan di area fasilitas umum. Keberadaan pedagang dinilai mengganggu akses pejalan kaki serta menyebabkan penyempitan jalur ambulans yang menuju pintu masuk rumah sakit.
Dalam penindakan tersebut, tabung gas LPG milik pedagang diangkut menggunakan mobil patroli Satpol PP sebagai barang bukti pelanggaran Peraturan Daerah.
Meski mendapat protes dari beberapa pedagang yang meminta kelonggaran, petugas tetap menjalankan instruksi penegakan ketertiban umum. Salah satu petugas menyebut bahwa peringatan sebelumnya telah diberikan berkali-kali.
“Saya sudah sering memberikan peringatan, bahkan tiga sampai empat kali agar tidak berjualan di sini,” ujar petugas kepada wartawan.
Namun, terdapat hal tak biasa ketika awak media mencoba mengonfirmasi lebih lanjut terkait operasi tersebut. Petugas di lapangan yang memimpin penertiban enggan memberikan identitas maupun jabatannya saat ditanya.
Saat diwawancarai singkat, terjadi percakapan sebagai berikut:
Wartawan: “Ada kegiatan apa, Pak?”
Petugas: “Penertiban PKL.”
Wartawan: “Apakah sudah ada pemberitahuan terlebih dahulu ke PKL?”
Petugas: “Saya sudah sering memperingatkan agar tidak berjualan di sini.”
Wartawan: “Pak, izin Bapak sebagai apa? Dengan Bapak siapa?”
Petugas: “Langsung ke kantor saja, Mas. Nanti dijelaskan ke pimpinan. Saya cuma menjalankan tugas di lapangan.”
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satpol PP Kabupaten Gresik secara institusi belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah personel yang dikerahkan maupun sanksi lanjutan bagi para pedagang.
Langkah sterilisasi kawasan tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi trotoar serta memperlancar arus lalu lintas di area vital rumah sakit. Meski demikian, keterbukaan informasi bagi awak media tetap menjadi harapan agar pemberitaan kepada masyarakat dapat tersampaikan secara akurat. (Mul)











