Surabaya, Potretrealita.com – Seorang warga di Kampung Genting Tambak Dalam, Kecamatan Asemrowo Surabaya, mengeluh pendirian dua tiang penyanggah kabel WiFi yakni milik provider My Republic dan Indihome, lantaran menjadi penghalang dalam perbaikan rumah.
Warga tersebut adalah inisial ES, dirinya mengeluh setelah pendirian tiang penyanggah kabel WiFi dinilai menganggu sekaligus kabel-kabel yang melintang tidak tertata dengan rapi berada diatas atap rumahnya.
“Dengan adanya tiang-tiang WiFi sekaligus kabelnya yang tidak tertata rapi ini, justru sangat menggangu dan menjadi penghalang buat kami untuk memperbaiki rumah,” ungkap ES, kepada wartawan, Sabtu (03/01/2026).
Selain menjadi penghalang, bagi ES dalam perbaikan rumahnya. Ditakutkan juga ada aliran listrik yang nantinya secara tiba-tiba akan timbul dari tiang penyanggah kabel PLN, karena jaraknya sangat berdampingan.
“Kami mohon kepada para provider, agar segera memindahkan tiang tersebut, atau kami akan melaporkan kepada pihak terkait, karena ini sudah jelas-jelas mengganggu kami dalam memperbaiki rumah,” harap ES.
Sebetulnya, ada satu lagi kabel WiFi. Tapi menyangga atau menempel pada tiang penerangan jalan kampung, entah itu dari provider mana. Apakah semuanya ini sudah memiliki izin dari pihak-pihak terkait.
“Kemarin ada pihak dari provider My Republic datang, tapi saya suruh pindah tidak mau. Alasannya berseberangan. Lah, terus waktu pemasangan saya juga tidak diberitahu, tiba-tiba tiang dipasang didepan rumah saya. Itupun tidak ada izin dari saya selaku pemilik rumah,” papar ES.
“Saya tidak mau rumah saya dihalangi oleh kabel-kabel fiber optik yang tidak tertata dengan rapi. Mudah-mudahan keluhan kami terkait hal ini, bisa didengar oleh pemangku wilayah setempat,” sambungnya.
Sementara itu, dari pihak provider My Republic dan Indihome, belum bisa dihubungi oleh wartawan ini, guna dimintai penjelasan terkait warga yang mengeluh adanya tiang-tiang dan kabel Fiber Optik yang tidak tertata dengan rapi. (Red)











