Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 26 Sep 2025 07:30 WIB ·

Profesi Wartawan Dilecehkan, Karutan Sampang Dilaporkan KJJT ke Kemenkumham


 Profesi Wartawan Dilecehkan, Karutan Sampang Dilaporkan KJJT ke Kemenkumham Perbesar

Sampang, Potretrealita.com – Insiden tidak pantas kembali mencoreng citra aparat penegak hukum, kepala Rumah Tahanan (Karutan) Sampang, Kamesworo, dilaporkan oleh Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Sampang atas sikap arogannya terhadap wartawan.

Peristiwa itu terjadi saat seorang wartawan hendak melakukan konfirmasi terkait informasi yang berkembang. Namun, alih-alih memberikan keterangan, Karutan Sampang justru membentak dengan nada tinggi sambil mengeluarkan kalimat melecehkan: “kau mau apa? Kamu siapa? Itulah kata kata samparan dari kepala karutan Sampang, Kamesworo.”

Ketua KJJT Sampang menilai tindakan tersebut tidak hanya mencederai etika komunikasi, tetapi juga mencerminkan sikap arogan seorang pejabat publik yang seharusnya memberikan teladan.
“Kami akan mengirimkan surat resmi ke Kanwil Kemenkumham Jawa Timur untuk menindaklanjuti hal ini. Jangan sampai seorang pejabat publik berlaku semena-mena dan mencari perlindungan dengan jabatan,” tegasnya. Minggu (21/09)

Insiden ini mendapat perhatian serius dari kalangan pers di Sampang, jurnalis menegaskan bahwa kerja wartawan dilindungi undang-undang, hal ini diatur dalam Pasal 8 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menyatakan: “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.”

Selain itu, Pasal 18 ayat (1) UU Pers juga menegaskan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang menghambat atau menghalangi tugas wartawan dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Dengan dasar hukum tersebut, KJJT menegaskan tidak akan tinggal diam atas arogansi Karutan Sampang. Mereka mendesak Kanwil Kemenkumham segera turun tangan agar tidak ada lagi pejabat publik yang berlagak koboi dan melecehkan kerja-kerja jurnalistik. (Red)

Artikel ini telah dibaca 162 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Memilukan, Lansia Calon Haji di Sampang Tak Bisa Berangkat Karena Kendala Pendamping

13 Januari 2026 - 05:38 WIB

Kapolda Jatim: Pejabat Baru Harus Adaptif dan Siap Hadirkan Terobosan Pelayanan Publik

12 Januari 2026 - 11:22 WIB

Prosesi Pertunangan Penuh Haru: Ratu Anisa Bilqis dan Muhammad Shodikin Resmi Bertunangan

12 Januari 2026 - 11:13 WIB

Kepemimpinan Humanis Kompol Zainur Rofik Wujudkan Polri Presisi di Simokerto

12 Januari 2026 - 11:03 WIB

Massa Protes Relokasi RPH Pegirian, Truk Bermuatan Sapi Warnai Aksi di DPRD Surabaya

12 Januari 2026 - 09:34 WIB

Nekat Curi Motor demi Susu Anak, Pria di Bangkalan Ditangkap Polisi

11 Januari 2026 - 11:06 WIB

Trending di Bangkalan
error: Content is protected !!