Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Dprd · 23 Sep 2025 15:26 WIB ·

Ketua DPRD Sampang Tepis Tuduhan Mengintervensi Pengangkatan P3K, Minta Polisi Usut Penyebar HOAX Fitnah


 Ketua DPRD Sampang Tepis Tuduhan Mengintervensi Pengangkatan P3K, Minta Polisi Usut Penyebar HOAX Fitnah Perbesar

Sampang, Potretrealita.com – Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan, Geram, akhirnya buka suara usai namanya diseret dalam dugaan intervensi pengangkatan tenaga P3K paruh waktu di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang. Rudi menegaskan tuduhan yang ramai beredar di media sosial itu tidak benar dan merupakan fitnah yang bisa merusak marwah lembaga DPRD.

“Saya pastikan itu tidak benar. Saya tidak pernah intervensi siapapun, apalagi Dinas Kesehatan. Video yang beredar menyebut nama saya saat audiensi, itu fitnah. Tidak ada satu orang pun yang pernah menghubungi saya soal P3K,” tegas Rudi, Selasa (23/9).

Isu intervensi ini awalnya mencuat dari akun TikTok bernama Hendry, yang menyebut Rudi ikut campur dalam proses pengangkatan pegawai. Namun klaim itu tidak disertai bukti otentik. Rudi menyayangkan unggahan tersebut dan menilai narasi sepihak itu justru menyesatkan publik.

“Pernyataan akun itu bisa membentuk opini negatif tanpa dasar. Apalagi hanya sebatas tuduhan liar di media sosial,” imbuhnya.

Rudi menegaskan, sebagai Ketua DPRD dirinya konsisten menjaga fungsi pengawasan dan tidak pernah mencampuri urusan teknis rekrutmen pegawai. “Semua ada mekanisme, ada aturan. Jadi jangan asal lempar isu,” katanya.

Munculnya tuduhan intervensi P3K dinilai sensitif karena bisa menggoyang kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen aparatur. Tanpa bukti yang jelas, isu seperti ini berpotensi menjadi hoaks yang merusak iklim demokrasi.

Karena itu, Rudi mendesak aparat penegak hukum menindaklanjuti unggahan tersebut. “Kalau dibiarkan, fitnah semacam ini bisa menjadi preseden buruk. Saya berharap pihak berwenang turun tangan agar tidak ada lagi orang sembarangan membuat tuduhan di ruang publik,” pungkasnya. (Sjai)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolda Jatim: Pejabat Baru Harus Adaptif dan Siap Hadirkan Terobosan Pelayanan Publik

12 Januari 2026 - 11:22 WIB

Prosesi Pertunangan Penuh Haru: Ratu Anisa Bilqis dan Muhammad Shodikin Resmi Bertunangan

12 Januari 2026 - 11:13 WIB

Kepemimpinan Humanis Kompol Zainur Rofik Wujudkan Polri Presisi di Simokerto

12 Januari 2026 - 11:03 WIB

Massa Protes Relokasi RPH Pegirian, Truk Bermuatan Sapi Warnai Aksi di DPRD Surabaya

12 Januari 2026 - 09:34 WIB

Nekat Curi Motor demi Susu Anak, Pria di Bangkalan Ditangkap Polisi

11 Januari 2026 - 11:06 WIB

BNN Bongkar Laboratorium Produksi Tembakau Sintetis di Tangerang, Tiga Pelaku Ditangkap

11 Januari 2026 - 10:55 WIB

Trending di Jakarta
error: Content is protected !!