Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Jawa Timur · 9 Agu 2024 09:19 WIB ·

Inovasi Aplikasi e-Detik: Langkah Maju Jawa Timur dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi


 Inovasi Aplikasi e-Detik: Langkah Maju Jawa Timur dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Perbesar

Jawa Timur, Potretrealita.com – Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, Kamis (8/8/2024) sore secara resmi meluncurkan aplikasi e-Detik sebagai salah satu inovasi terbaru dalam upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur. Peluncuran ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, mengingat tingginya angka kematian ibu dan bayi masih menjadi perhatian serius di Indonesia.
 
Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, Jumat (09/9/2024) menerangkan, aplikasi e-Detik dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, dalam memantau perkembangan kondisi kehamilannya, terutama bagi mereka yang masuk dalam kategori risiko tinggi. Dengan menggunakan aplikasi ini, ibu hamil dapat secara mandiri mengetahui kondisi kesehatannya setiap minggu, tanpa harus sering bolak-balik ke fasilitas kesehatan.
 
Sebagai tahap awal, aplikasi e-Detik telah diimplementasikan di Kabupaten Sidoarjo. Hasil pemantauan pada minggu ke-3 kehamilan menunjukkan adanya peningkatan deteksi dini kasus kehamilan risiko tinggi. Sebanyak 22% ibu hamil yang menggunakan aplikasi ini terdeteksi memiliki kondisi kehamilan yang berisiko, dengan faktor risiko terbanyak adalah perasaan cemas dan sering pusing.
 
Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi e-Detik efektif dalam mengidentifikasi ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan deteksi dini, tindakan pencegahan dan penanganan yang tepat dapat segera dilakukan, sehingga risiko terjadinya komplikasi kehamilan dapat diminimalisir.
 
Mekanisme Kerja Aplikasi e-Detik
Aplikasi e-Detik bekerja dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan kepada pengguna terkait kondisi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian diolah oleh sistem untuk menghasilkan penilaian risiko kehamilan. Hasil penilaian akan ditampilkan dalam bentuk yang mudah dipahami oleh pengguna, lengkap dengan rekomendasi tindakan yang perlu dilakukan.
 
Melihat hasil yang positif dari implementasi di Sidoarjo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana untuk memperluas penggunaan aplikasi e-Detik ke seluruh wilayah di Jawa Timur. Diharapkan dengan demikian, cakupan pemantauan kehamilan risiko tinggi dapat ditingkatkan, sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan.
 
Meskipun memiliki banyak manfaat, implementasi aplikasi e-Detik juga dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti keterbatasan akses internet di beberapa daerah, kurangnya literasi digital di kalangan masyarakat, serta perlu adanya sosialisasi yang intensif agar aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal.
 
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, untuk meningkatkan akses internet, mengadakan pelatihan bagi petugas kesehatan dan masyarakat, serta melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai media.
 
Dengan adanya inovasi aplikasi e-Detik, diharapkan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur dapat terus menurun. Selain itu, aplikasi ini juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan inovasi serupa dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. (gus)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kanit Dan Kasubnit Jatanras Enggan Komunikasi Dengan Awak Media Saat Dikonfirmasi, Sebaiknya Pindah Ke Humas Agar Belajar

21 September 2026 - 06:05 WIB

Jatanras Polrestabes Surabaya Amankan 9 Orang Diduga Komplotan Penipuan Modus Tukar Kartu ATM

21 September 2026 - 05:59 WIB

Tragis! Dua Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran Kamar di Simorejo, Diduga Dipicu Ponsel Saat Dicas

20 September 2026 - 18:52 WIB

Penuh Khidmat, Keluarga Besar Samsul Arifin Gelar Maulid Nabi dan Doa Bersama di Simolawang

20 September 2026 - 16:46 WIB

Bentrok Dua Kelompok di Candi Lontar Surabaya, Polisi Amankan 7 Tersangka

20 September 2026 - 08:32 WIB

Tetap Guyub dan Seduluran, KATAR Blaukid Era 80-an Gelar Reuni di Pasuruan

20 September 2026 - 07:59 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!