Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Narkoba · 1 Mar 2024 05:08 WIB ·

Ketua GSI Minta BNN RI Usut Tuntas Dugaan Uang Rp 80 Juta Untuk Biaya Rehab


 Ketua GSI Minta BNN RI Usut Tuntas Dugaan Uang Rp 80 Juta Untuk Biaya Rehab Perbesar

Surabaya, potretrealita.com – Terkait polemik dugaan penggelontoran anggaran senilai Rp. 80.000.000 yang dikeluarkan oleh keluarga pecandu narkoba berinisial C dan M dengan alibi biaya rehanilitasi, membuat Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Anti Narkoba (Gaman) Semeru IndonesiaIndonesia (GSI), Dadang Buana angkat bicara.

Ditemui awak media pada hari Jum’at (01/03/2024) siang, Dadang Buana menyampaikan, apabila benar pihak keluarga sudah mengeluarkan anggaran Rp. 80.000.000 untuk biaya rehabilitasi, sedangkan pihak RS Menur mengatakan bahwa biayanya gratis, kemana uang tersebut berlabuh.

“Uang tersebut bukan uang sedikit. Jika merujuk dari pemberitaan rekan – rekan, saya rasa data atau informasi tersebut benar adanya. Karena Humas BNNK Surabaya, Dr. Singgih sudah membenarkan penangkapan dan mobil yang digunakan oleh kedua pecandu narkoba tersebut. Hanya tentang anggaran saja yang disangkal,” katanya.

“Statmen dari 2 instansi (BNNK Surabaya dan RS Menur) sudah jelas. Masyarakat pasti sudah dapat menilai. Hanya tinggal ada pengakuan kemana uang tersebut berlabuhnya,” lanjutnya.

Dadang berharap, pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) selaku kepanjangan tangan dari BNN RI dapat melakukan investigasi dan memeriksanya. Ia tidak ingin, kredibilitas instansi BNN dapat tercemar.

“Jangan sampai BNN yang bertugas memberantas atau menindak penyalahguna narkoba, malah dimanfaatkan oleh oknum untuk meraup keuntungan pribadi atau sekelompok orang. Jangan sampai BNN hancur karena ulah oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab didalam instansi BNN sendiri,” Ungkapnya.

“Tentu akan kita sampaikan atau kita akan menyurati BNN RI agar benar – benar diusut tuntas perkara ini. Jika memang terbukti ada anggaran tersebut masuk kedalam BNNK Surabaya, tentunya harus ada tindakan tegas,” pungkasnya. (Sya)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari ke-13 Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Tindak 15 Kendaraan Besar Pelanggar Jam Operasional

7 November 2026 - 13:55 WIB

Sambut Hari Pahlawan 2026, Polrestabes Surabaya Pasang 1.000 Alarm Motor Gratis dan Bagikan Makan Siang

7 November 2026 - 13:47 WIB

Razia Gabungan di Gresik Jaring 29 Orang, Hasil Skrining Temukan Positif HIV dan Sifilis

7 November 2026 - 13:40 WIB

Ketua L KPK H. Suja’i Hadiri HUT ke-16 Metro Soerya, Dorong Media Profesional dan Kawal Transparansi Publik

7 November 2026 - 13:34 WIB

HUT ke-16 Metro Soerya, Kapolsek Kenjeran Tegaskan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

7 November 2026 - 08:29 WIB

Kapolda Jatim Silaturahmi ke PWM Gandeng Ulama Perkuat Kamtibmas dan Berantas Narkoba

6 November 2026 - 13:28 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!